Putri Tunggal

Ekadhītu (SN 17.24)

Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, sungguh menakutkan perolehan, kehormatan, dan pujian itu … Seorang umat awam perempuan yang berkeyakinan, yang dengan benar mengharapkan putri tunggalnya, yang ia sayangi dan cintai, akan mengharapkannya sebagai berikut: ‘Anakku, engkau harus menjadi seperti Khujjuttarā si umat awam dan Veḷukaṇḍakiyā, ibu Nanda’—karena mereka ini adalah teladan dan kriteria sebagai siswa perempuan yang adalah para umat awam, yaitu, Khujjuttarā si umat awam dan Veḷukaṇḍakiyā, ibu Nanda. ‘Tetapi, anakku, jika engkau meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, maka engkau harus menjadi seperti Bhikkhunī Khemā dan Uppalavaṇṇā’—karena mereka ini adalah teladan dan kriteria sebagai siswa perempuan yang adalah para bhikkhunī, yaitu, Khemā dan Uppalavaṇṇā. ‘Sementara, anakku, engkau adalah seorang pelajar, seorang yang belum mencapai tujuannya, semoga perolehan, kehormatan, dan pujian tidak mendatangimu!’
“Para bhikkhu, jika perolehan, kehormatan, dan pujian mendatangi seorang bhikkhunī selagi ia adalah seorang pelajar, seorang yang belum mencapai tujuan, ini adalah rintangan baginya. Sungguh menakutkan, para bhikkhu, perolehan, kehormatan, dan pujian itu … Demikianlah kalian harus berlatih.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com