Sariputta | Suttapitaka | ISTANA JARUM, KEDUA Sariputta

ISTANA JARUM, KEDUA

Dutiya­sūcivi­mānavat­thu (Vv 59)

Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Seorang penjahit pergi untuk melihat-lihat hutan itu, dan di sana dia melihat seorang bhikkhu yang sedang menjahit jubah dengan jarum yang telah dibuat di Hutan Bambu itu. Dia pun memberi beliau jarum-jarum dengan wadahnya. Pertanyaan yang sama diajukan kepada penjahit itu setelah dia terlahir kembali di alam Tiga-Puluh-Tiga desa.

1-5 (Seperti di 54. 1-5)

6. “Ketika di dalam kelahiran sebelum ini saya terlahir sebagai manusia di antara para manusia di dunia manusia, saya melihat seorang bhikkhu yang tidak memiliki kekotoran batin, pikirannya yang tenang, tidak memiliki kebingungan; karena memiliki keyakinan, kepadanya saya memberikan sebuah jarum dengan tanganku sendiri.

7. Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa …. Dan keelokanku menyinari segala penjuru.” (Seperti di 1.6, 7, dst.)

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com