ISTANA PEREMPUAN SETIA

Paṭha­ma­pa­tibba­tā­vi­mānavat­thu (Vv 11)

Yang terberkahi sedang berdiam di Savatthi. Di kota itu ada seorang istri yang setia. Dia hidup harmonis bersama suaminya. Dia sabar dan pandai; dia tidak mencaci sekalipun ketika marah; ucapannya lembut dan tulus. Dia memiliki keyakinan, dan dia memberikan dana sesuai kemampuannya. Terserang oleh suatu penyakit, dia mati dan terlahir kembali di alam Tiga-Puluh Tiga dewa. Sisanya sama seperti yang telah diceritakan.

1. “Bangau, merak, angsa (keemasan) dan burung tekukur1 surgawi yang bersuara merdu terbang mengitari Istana yang menyenangkan ini. Yang ditebari bunga, berwarna-warni,2sering dikunjungi para laki-laki dan perempuan.3

2. Dewi dengan keagungan yang besar, di sini engkau berdiam dengan berbagai bentuk kekuatan kesaktian. Dan para perimu ini, di setiap sisi menari, menyanyi, dan bersenang-senang.

3. Engkau mencapai kemampuan kesaktian para dewa memiliki keagungan yang besar. Tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia ?” Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru ?”

4. Devata itu, karena gembira ditanya oleh Moggallana, ketika diberi pertanyaan menjelaskan perbuatan apa yang menghasilkan buah itu.

5. “Ketika saya terlahir sebagai manusia diantara manusia saya merupakan istri yang setia, karena tidak memikirkan (laki-laki) lain. Bagaikan seorang ibu yang melindungi anaknya, saya tidak mengucapkan kata-kata kasar sekalipun ketika saya marah.

6. Kokoh dalam kebenaran, terbebas dari ucapan salah, bergembira dalam memberi, bersifat simpatik, dengan pikiran penuh keyakinan dan dengan penuh hormat saya memberikan baik makanan maupun minuman, pemberian yang melimpah.

7. Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa, karena inilah saya sejahtera di sini, dan di sana muncul apa pun yang merupakan kesenangan dengan hatiku.

8. Saya beritahukan kepadamu, bhikkhu dengan keagungan yang besar, tindakan jasa apa yang telah saya lakukan ketika terlahir sebagai manusia. Karena inilah maka keagunganku cemerlang sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru.”

Catatan :

Burung tekukur India , kokila, ada 2 jenis, yaitu kala dan phussa, hitam dan berbintik, demikian VvA. 57. A v.1. sukka oleh Be. Koel Anglo-India, Koil, kadang-kadang digunakan.
Mungkin ‘dicat berwarna-warni – berwarna cerah karena adanya berbagai taman hiburan, pohon-pohon pengabul-keinginan, kolam-kolan tetarai, dsb. Atau, di dalam Istana, karena adanya berbagai macam dinding, dsb., VvA.58
Dengan banyak pengikut dewa laki-laki dan perempuan, devaputta dan devadhitaro.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com