Sariputta | Suttapitaka | Santapan Terakhir Sariputta

Santapan Terakhir

Piṇḍa­pāta­mahap­phala­pañha (Mil 5.3 6)

24. Santapan Terakhir

“Dikatakan oleh para sesepuh yang berkumpul pada Konsili Buddhis Pertama, ‘Setelah makan makanan yang dipersembahkan oleh Cunda si tukang besi, demikian yang telah saya dengar, Sang Buddha merasakan kesakitan yang hebat, rasa sakit yang tajam, bahkan sampai wafatnya.’ Tetapi Sang Buddha juga berkata, ‘Dua persembahan makanan ini, Ananda, mempunyai jasa kebajikan yang setara dan jauh melebihi makanan lain: yaitu makanan yang sesudah dimakan kemudian Sang Tathagata mencapai Pencerahan Sempurna; dan makanan yang sesudah dimakan kemudian Sang Tathagata mencapai parinibbana.’

“Tetapi jika rasa sakit yang amat sangat itu menimpanya setelah makan persembahan makanan terakhir itu, maka pernyataan yang terakhir itu pasti salah.”

“Persembahan makanan yang terakhir itu besar manfaatnya karena Sang Tathagata lalu mencapai Parinibbana. Bukan karena makanan itu maka Sang Buddha jatuh sakit, melainkan karena tubuhnya sangat lemah dan karena dekat dengan waktu mangkatnya. Dua persembahan makanan ini merupakan jasa yang besar dan tidak tertandingi karena Sang Buddha mencapai sembilan tingkat jhana berturut-turut, dengan urutan maju dan mundur, yang terjadi setelah Sang Tathagata makan makanan tersebut.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com