Sariputta | Suttapitaka | Sebelum PencerahanKu Sariputta

Sebelum PencerahanKu

Pubba (SN 14.31)

Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, sebelum pencerahanKu, sewaktu Aku masih seorang Bodhisatta, belum tercerahkan sempurna, Aku berpikir: ‘Apakah kepuasan, apakah bahayanya, apakah jalan membebaskan diri dari unsur tanah? Apakah kepuasan, apakah bahayanya, apakah jalan membebaskan diri dari unsur air … unsur panas … unsur angin?’

“Kemudian, para bhikkhu, Aku berpikir: ‘Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dengan bergantung pada unsur tanah: ini adalah kepuasan di dalam unsur tanah. Bahwa unsur tanah adalah tidak kekal, penuh penderitaan, dan tunduk pada perubahan: ini adalah bahaya dalam unsur tanah. Melenyapkan dan meninggalkan keinginan dan nafsu pada unsur tanah: ini adalah jalan membebaskan diri dari unsur tanah.

“’Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dengan bergantung pada unsur air … unsur panas … unsur angin: ini adalah kepuasan di dalam unsur angin. Bahwa unsur angin adalah tidak kekal, penuh penderitaan, dan tunduk pada perubahan: ini adalah bahaya dalam unsur angin. Melenyapkan dan meninggalkan keinginan dan nafsu pada unsur angin: ini adalah jalan membebaskan diri dari unsur angin.’

“Selama, para bhikkhu, Aku belum secara langsung mengetahui sebagaimana adanya kepuasan, bahaya, dan jalan membebaskan diri sehubungan dengan empat unsur ini, Aku tidak menyatakan telah tercerahkan hingga pencerahan sempurna yang tiada bandingnya di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam generasi ini dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia. Tetapi ketika Aku secara langsung mengetahui semua ini sebagaimana adanya, maka Aku menyatakan telah tercerahkan hingga pencerahan sempurna yang tiada bandingnya di dunia ini dengan … para deva dan manusia.

“Pengetahuan dan penglihatan muncul dalam diriKu: ‘Kebebasan batinKu tidak tergoyahkan; ini adalah kelahiran terakhirKu; sekarang tidak ada lagi penjelmaan baru.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com