Jatukanni

Jatukaṇṇi­māṇava­pucchā (Snp 5.12)

Kemudian siswa brahmana Jatukanni berbicara:
‘Saya telah mendengar,’ katanya, ‘bahwa ada seorang penyeberang samudera, seorang pahlawan, yang menginginkan sesuatu yang tanpa-nafsu. Jadi saya datang untuk mengajukan pertanyaan kepada manusia tanpa nafsu ini. Katakanlah, wahai mata yang langsung tahu-melihat: apakah keadaan kedamaian itu? Jelaskanlah itu sebagaimana sesungguhnya.’
‘Wahai Guru, engkau menguasai nafsu dan kesenangan bagaikan matahari, dengan panas dan sinarnya, yang menguasai dan mengendalikan bumi. Hanya sedikit pemahaman saya, Yang Mulia, sedangkan Engkau adalah dunia yang penuh kebijaksanaan. Beritahukanlah bagaimana mencari dan mengetahui Jalan untuk melepaskan dunia kelahiran dan ketuaan ini.’
Sang Buddha menjawab Jatukanni:
‘Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi.
Keringkanlah sisa-sisa masa lampaumu dan tak usahlah memiliki apa pun untuk masa depanmu. Jika engkau tidak melekati masa kini, maka engkau dapat pergi dari satu tempat ke tempat lain dalam kedamaian.
Ada keserakahan yang tertancap pada materi-dan-batin individu. Bila keserakahan itu telah sepenuhnya lenyap, maka, wahai brahmana, tidak akan ada lagi dorongan-dorongan beracun dari dalam. Tanpa itu kamu akan kebal terhadap kematian.’

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com