Sariputta | Suttapitaka | Pertapa dan Brahmana Sariputta

Pertapa dan Brahmana

Samaṇabrāhmaṇa (Iti 103)

Demikian telah dikatakan oleh Sang Buddha ...

"Wahai para bhikkhu, pertapa atau brahmana apa pun yang tidak memahami sebagaimana adanya: 'Inilah dukkha' ; Inilah asal mula dukkha' ; 'Inilah berhentinya dukkha' ; 'Inilah jalan menuju berhentinya dukkha'. Pertapa dan brahmana ini tidak kuanggap sebagai pertapa sejati di antara para pertapa, sebagai brahmana sejati di antara para brahmana."

"Orang-orang terhormat ini hidup tanpa mencapai dan mewujudkan tujuan menjadi seorang pertapa, tujuan menjadi seorang brahmana, di sini dan kini, lewat pengetahuan langsung mereka sendiri."

"Tetapi wahai para bhikkhu, pertapa atau brahmana apa pun yang memahami sebagaimana adanya: 'Inilah dukkha' ; Inilah asal mula dukkha' ; 'Inilah berhentinya dukkha' ; 'Inilah jalan menuju berhentinya dukkha'. Pertapa dan brahmana ini kuanggap sebagai pertapa sejati di antara para pertapa, sebagai brahmana sejati di antara para brahmana."

"Orang-orang terhormat ini hidup setelah benar-benar mencapai dan mewujudkan tujuan menjadi seorang pertapa, tujuan menjadi seorang brahmana, di sini dan kini, lewat pengetahuan langsung mereka sendiri."

Mereka yang tidak memahami dukkha,
Atau bagaimana dukkha ditimbulkan,
Atau di mana dukkha akhirnya berhenti
Sama sekali tanpa ada sisa,
Dan yang tak mengetahui Sang Jalan
Yang menuju pembebasan dari dukkha
Mereka tak memiliki kebebasan-pikiran
Dan tak memiliki kebebasan karena kebijaksanaan;
Karena tidak mampu mengakhiri dukkha,
Mereka terus menerus lahir dan menjadi tua.

Namun mereka yang memahami dukkha,
Dan bagaimana dukkha ditimbulkan,
Dan di mana dukkha akhirnya berhenti
Sama sekali tanpa sisa,
Dan yang juga mengetahui Sang Jalan
Yang menuju pembebasan dari dukkha
Mereka memiliki kebebasan-pikiran
Dan juga kebebasan karena kebijaksanaan;
Karena mampu mengakhiri dukkha,
Mereka tak lagi lahir dan menjadi tua.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com