Sariputta | Suttapitaka | Para Petapa dan Brahmana (2) Sariputta

Para Petapa dan Brahmana (2)

Samaṇabrāhmaṇa 2 (SN 12.14)

Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, sehubungan dengan para petapa dan brahmana itu yang tidak memahami hal-hal ini, asal-mula dari hal-hal ini, lenyapnya hal-hal ini, dan jalan menuju lenyapnya hal-hal ini: apakah hal-hal tersebut yang tidak mereka pahami, asal-mula apakah yang tidak mereka pahami, lenyapnya apakah yang tidak mereka pahami, dan jalan menuju lenyapnya apakah yang tidak mereka pahami?

“Mereka tidak memahami penuaan-dan-kematian, asal mulanya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Mereka tidak memahami kelahiran … penjelmaan … kemelekatan … ketagihan … perasaan … kontak … enam landasan indria … nama-dan-bentuk … kesadaran … bentukan-bentukan kehendak, asal mulanya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Ini adalah hal-hal yang tidak mereka pahami, yang asal-mulanya tidak mereka pahami, yang lenyapnya tidak mereka pahami, dan yang jalan menuju lenyapnya tidak mereka pahami.

“Mereka ini tidak Kuanggap sebagai petapa di antara para petapa, atau brahmana di antara para brahmana, dan para mulia ini tidak, dengan merealisasikannya untuk diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung, dalam kehidupan ini juga masuk dan berdiam dalam tujuan pertapaan atau tujuan kebrahmanaan.

“Tetapi, para bhikkhu, sehubungan dengan para petapa dan brahmana itu yang memahami hal-hal ini, asal-mula dari hal-hal ini, lenyapnya hal-hal ini, dan jalan menuju lenyapnya hal-hal ini: apakah hal-hal tersebut yang mereka pahami, asal-mula apakah yang mereka pahami, lenyapnya apakah yang mereka pahami, dan jalan menuju lenyapnya apakah yang mereka pahami?

“Mereka memahami penuaan-dan-kematian, asal mulanya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Mereka memahami kelahiran … bentukan-bentukan kehendak, asal mulanya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Ini adalah hal-hal yang mereka pahami, yang asal-mulanya mereka pahami, yang lenyapnya mereka pahami, dan yang jalan menuju lenyapnya mereka pahami.

“Mereka ini Kuanggap sebagai petapa di antara para petapa, atau brahmana di antara para brahmana, dan para mulia ini, dengan merealisasikannya untuk diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung, dalam kehidupan ini juga masuk dan berdiam dalam tujuan pertapaan dan tujuan kebrahmanaan.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com