Sariputta | Suttapitaka | Bukan-Dhamma (2) Sariputta

Bukan-Dhamma (2)

Adhamma 2 (AN 10.114)

“Para bhikkhu, apa yang bukan-Dhamma dan apa yang adalah Dhamma harus dipahami, dan apa yang berbahaya dan apa yang bermanfaat juga harus dipahami. Setelah memahami apa yang bukan-Dhamma dan apa yang adalah Dhamma, dan juga apa yang berbahaya dan apa yang bermanfaat, seseorang harus berlatih sesuai dengan Dhamma dan sesuai dengan apa yang bermanfaat.

“Dan apakah, para bhikkhu, yang bukan-Dhamma dan apakah yang adalah Dhamma? Dan apakah yang berbahaya dan apakah yang bermanfaat?

(1) “Pandangan salah adalah bukan-Dhamma; pandangan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan pandangan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan pandangan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(2) “Kehendak salah adalah bukan-Dhamma; kehendak benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan kehendak salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan kehendak benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(3) “Ucapan salah adalah bukan-Dhamma; ucapan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan ucapan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan ucapan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(4) “Perbuatan salah adalah bukan-Dhamma; perbuatan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan perbuatan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan perbuatan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(5) “Penghidupan salah adalah bukan-Dhamma; penghidupan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan penghidupan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan penghidupan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(6) “Usaha salah adalah bukan-Dhamma; usaha benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan usaha salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan usaha benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(7) “Perhatian salah adalah bukan-Dhamma; perhatian benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan perhatian salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan perhatian benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(8) “Konsentrasi salah adalah bukan-Dhamma; konsentrasi benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan konsentrasi salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan konsentrasi benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(9) “Pengetahuan salah adalah bukan-Dhamma; pengetahuan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan pengetahuan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan pengetahuan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

(10) “Kebebasan salah adalah bukan-Dhamma; kebebasan benar adalah Dhamma. Berbagai kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang berasal mula dengan kebebasan salah sebagai kondisi: ini adalah apa yang berbahaya. Berbagai kualitas bermanfaat yang mencapai pemenuhan melalui pengembangan dengan kebebasan benar sebagai kondisi: ini adalah apa yang bermanfaat.

“Ketika dikatakan: ‘Para bhikkhu apa yang bukan-Dhamma dan apa yang adalah Dhamma harus dipahami, dan apa yang berbahaya dan apa yang bermanfaat juga harus dipahami. Setelah memahami apa yang bukan-Dhamma dan apa yang adalah Dhamma, dan juga apa yang berbahaya dan apa yang bermanfaat, seseorang harus berlatih sesuai dengan Dhamma dan sesuai dengan apa yang bermanfaat,’ adalah sehubungan dengan ini maka hal itu dikatakan.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com