Pencuri

Mahācora (AN 5.103)

“Para bhikkhu, dengan memiliki lima faktor, seorang pencuri ulung mendobrak masuk ke dalam rumah-rumah, merampas harta kekayaan, melakukan kejahatan, dan menyerang di jalan-jalan raya. Apakah lima ini? Di sini, seorang pencuri ulung (1) bergantung pada permukaan yang tidak rata, (2) pada belantara, dan (3) pada orang-orang berkuasa; (4) memberi suap, dan (5) ia bergerak sendirian.
(1) “Dan bagaimanakah seorang pencuri ulung bergantung pada permukaan yang tidak rata? Di sini, seorang pencuri ulung bergantung pada sungai-sungai yang sulit diseberangi dan pegunungan bergelombang. Dengan cara inilah seorang pencuri ulung bergantung pada permukaan yang tidak rata.
(2) “Dan bagaimanakah seorang pencuri ulung bergantung pada belantara? Di sini, seorang pencuri ulung bergantung pada hutan rotan, belantara pepohonan, semak belukar, atau hutan rapat. Dengan cara inilah seorang pencuri ulung bergantung pada belantara.
(3) “Dan bagaimanakah seorang pencuri ulung bergantung pada orang-orang berkuasa? Di sini, seorang pencuri ulung bergantung pada raja-raja atau para menteri kerajaan. Ia berpikir: ‘Jika siapa pun menuduhku melakukan apa pun, maka raja-raja atau para menteri kerajaan akan membatalkan perkara itu.’ Jika siapa pun menuduhnya melakukan apa pun, raja-raja atau para menteri kerajaan membatalkan perkara itu. Dengan cara inilah seorang pencuri ulung bergantung pada orang-orang berkuasa.
(4) “Dan bagaimanakah seorang pencuri ulung memberi suap? Di sini, seorang pencuri ulung yang kaya, dengan banyak harta dan kekayaan. Ia berpikir: ‘Jika seseorang menuduhku melakukan apa pun, maka aku akan menenangkannya dengan suapan.’ Jika seseorang menuduhnya melakukan apa pun, ia menenangkannya dengan suapan. Dengan cara inilah seorang pencuri ulung memberi suap.
(5) “Dan bagaimanakah seorang pencuri ulung bergerak sendirian? Di sini, seorang pencuri ulung melakukan perampasannya semuanya sendirian. Karena alasan apakah? [Dengan pikiran:] ‘Rencana-rencana rahasiaku seharusnya tidak disebarkan kepada orang lain!’ Dengan cara inilah seorang pencuri ulung bergerak sendirian.
“Adalah dengan memiliki kelima faktor ini, seorang pencuri ulung mendobrak masuk ke dalam rumah-rumah, merampas harta kekayaan, melakukan kejahatan, dan menyerang di jalan-jalan raya.
“Demikian pula, para bhikkhu, dengan memiliki lima kualitas, seorang bhikkhu jahat mempertahankan dirinya dalam kondisi celaka dan terluka, tercela dan dicela oleh para bijaksana, dan menghasilkan banyak keburukan. Apakah lima ini? Di sini, seorang bhikkhu jahat (1) bergantung pada permukaan yang tidak rata, (2) pada belantara, dan (3) pada orang-orang berkuasa; (4) ia memberi suap dan (5) bergerak sendirian.
(1) “Dan bagaimanakah seorang bhikkhu jahat bergantung pada permukaan yang tidak rata? Di sini, seorang bhikkhu jahat terlibat dalam perbuatan tidak baik melalui jasmani, ucapan, dan pikiran. Dengan cara inilah seorang bhikkhu jahat bergantung pada permukaan yang tidak rata.
(2) “Dan bagaimanakah seorang bhikkhu jahat bergantung pada belantara? Di sini, seorang bhikkhu jahat menganut pandangan salah; mengadopsi pandangan ekstrim. Dengan cara inilah seorang bhikkhu jahat bergantung pada belantara.
(3) “Dan bagaimanakah seorang bhikkhu jahat bergantung pada orang-orang berkuasa? Di sini, seorang bhikkhu jahat bergantung pada raja-raja atau para menteri kerajaan. Ia berpikir: ‘Jika siapa pun menuduhku melakukan apa pun, maka raja-raja atau para menteri kerajaan akan membatalkan perkara itu.’ Jika siapa pun menuduhnya melakukan apa pun, raja-raja atau para menteri kerajaan membatalkan perkara itu. Dengan cara inilah seorang bhikkhu jahat bergantung pada orang-orang berkuasa.
(4) “Dan bagaimanakah seorang bhikkhu jahat memberi suap? Di sini, seorang bhikkhu jahat memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit. Ia berpikir: ‘Jika seseorang menuduhku melakukan apa pun, maka aku akan menenangkannya dengan menawarkan salah satu dari perolehan ini.’ Jika seseorang menuduhnya melakukan apa pun, ia menenangkannya dengan menawarkan salah satu dari perolehan ini. Dengan cara inilah seorang bhikkhu jahat memberi suap.
(5) “Dan bagaimanakah seorang bhikkhu jahat bergerak sendirian? Di sini, seorang bhikkhu jahat membangun tempat kediaman terasing untuk dirinya sendiri di daerah perbatasan. Dengan mendatangi keluarga-keluarga di sana, ia mendapatkan perolehan. Dengan cara inilah seorang bhikkhu jahat bergerak sendirian.
“Adalah dengan memiliki kelima kualitas ini, seorang bhikkhu jahat mempertahankan dirinya dalam kondisi celaka dan terluka, tercela dan dicela oleh para bijaksana, dan menghasilkan banyak keburukan.”

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]