Menjaga

Ārakkha (AN 4.117)

“Para bhikkhu, seseorang yang condong pada kesejahteraannya sendiri harus mempraktikkan ketekunan, perhatian, dan menjaga pikirannya dalam empat kasus. Apakah empat ini?
(1) “‘Semoga pikiranku tidak tertarik oleh hal-hal yang memancing nafsu!’ Seorang yang condong pada kesejahteraannya sendiri harus mempraktikkan ketekunan, perhatian, dan menjaga pikirannya demikian.
(2) “‘Semoga pikiranku tidak penuh kebencian terhadap hal-hal yang memancing kebencian!’ Seorang yang condong pada kesejahteraannya sendiri harus mempraktikkan ketekunan, perhatian, dan menjaga pikirannya demikian.
(3) “‘Semoga pikiranku tidak terdelusi oleh hal-hal yang menyebabkan delusi!’ Seorang yang condong pada kesejahteraannya sendiri harus mempraktikkan ketekunan, perhatian, dan menjaga pikirannya demikian.
(4) “‘Semoga pikiranku tidak mabuk oleh hal-hal yang memabukkan!’ Seorang yang condong pada kesejahteraannya sendiri harus mempraktikkan ketekunan, perhatian, dan menjaga pikirannya demikian.
“Para bhikkhu, ketika pikiran seorang bhikkhu tidak tertarik oleh hal-hal yang memancing nafsu karena ia telah terbebas dari nafsu; ketika pikirannya tidak penuh kebencian terhadap hal-hal yang memancing kebencian karena ia telah terbebas dari kebencian; ketika pikirannya tidak terdelusi oleh hal-hal yang menyebabkan delusi karena ia telah terbebas dari delusi; ketika pikirannya tidak mabuk oleh hal-hal yang memabukkan karena ia telah bebas dari kemabukan, maka ia tidak gentar, tidak terguncang, tidak gemetar atau menjadi ketakutan, juga tidak terombang-ambing oleh kata-kata para petapa [lain].”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com