Sariputta | Suttapitaka | ii. Persoalan Disiplin Sariputta

ii. Persoalan Disiplin

Adhikaraṇa 7 (AN 2.17)

2.17

Brahmana Jāṇussoṇī mendatangi Sang Bhagavā dan saling bertukar sapa dengan Beliau. Ketika mereka telah mengakhiri ramah tamah itu, ia duduk di satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagavā: “Mengapakah, Guru Gotama, beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka?”

“Adalah, brahmana, karena apa yang telah mereka lakukan dan apa yang tidak mereka lakukan maka beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka.”

“Mengapakah, Guru Gotama, beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga?”

“Adalah, brahmana, karena apa yang telah mereka lakukan dan apa yang tidak mereka lakukan maka beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga.”

“Aku tidak memahami secara terperinci makna dari pernyataan yang Guru Gotama ucapkan secara ringkas tanpa menganalisis maknanya secara terperinci. Baik sekali jika Guru Gotama sudi mengajarkan Dhamma kepadaku sehingga aku dapat memahami makna dari pernyataan ini secara terperinci.”

“Baiklah, brahmana, dengarkan dan perhatikanlah dengan seksama, Aku akan berbicara.”

“Baik, Tuan,” Brahmana Jāṇussoṇī menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Di sini, brahmana, seseorang telah melakukan perbuatan buruk melalui jasmani, tidak melakukan perbuatan baik melalui jasmani; ia telah melakukan perbuatan buruk melalui ucapan, tidak melakukan perbuatan baik melalui ucapan; ia telah melakukan perbuatan buruk melalui pikiran, tidak melakukan perbuatan baik melalui pikiran. Demikianlah, adalah karena apa yang telah dilakukan dan apa yang tidak dilakukan maka beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka. Tetapi beberapa makhluk di sini yang telah melakukan perbuatan baik melalui jasmani, tidak melakukan perbuatan buruk melalui jasmani; ia telah melakukan perbuatan baik melalui ucapan, tidak melakukan perbuatan buruk melalui ucapan; ia telah melakukan perbuatan baik melalui pikiran, tidak melakukan perbuatan buruk melalui pikiran. Demikianlah, adalah karena apa yang telah dilakukan dan apa yang tidak dilakukan maka beberapa makhluk di sini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga.”

“Bagus sekali, Guru Gotama! … seperti pada 2:16 … Sudilah Guru Gotama menganggapku sebagai seorang umat awam yang telah berlindung sejak hari ini hingga seumur hidup.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com