Sariputta | Suttapitaka | Sāriputta dan Koṭṭhita (3) Sariputta

Sāriputta dan Koṭṭhita (3)

Pema (SN 44.5)

Seperti di atas hingga:
“Sekarang apakah, sahabat, sebab dan alasan mengapa ini tidak pernah dinyatakan oleh Sang Bhagavā?”

“Sahabat, adalah seseorang yang tidak hampa dari nafsu terhadap bentuk, yang tidak hampa dari keinginan, kasih sayang, dahaga, kegemaran, dan ketagihan terhadap bentuk, yang menganggap: ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian,’ atau ‘Sang Tathāgata tidak ada setelah kematian,’ atau ‘Sang Tathāgata ada juga tidak ada setelah kematian,’ atau ‘Sang Tathāgata bukan ada juga bukan tidak ada setelah kematian.’ Adalah seseorang yang tidak hampa dari nafsu terhadap perasaan … yang tidak hampa dari nafsu terhadap persepsi … yang tidak hampa dari nafsu terhadap bentukan-bentukan kehendak … yang tidak hampa dari nafsu terhadap kesadaran, yang tidak hampa dari keinginan, kasih sayang, dahaga, kegemaran, dan ketagihan terhadap kesadaran, yang menganggap: ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’ … atau ‘Sang Tathāgata bukan ada juga bukan tidak ada setelah kematian.’

“Tetapi, sahabat, seseorang yang hampa dari nafsu terhadap bentuk … yang hampa dari nafsu terhadap perasaan … yang hampa dari nafsu terhadap persepsi … yang hampa dari nafsu terhadap bentukan-bentukan kehendak … yang hampa dari nafsu terhadap kesadaran, yang hampa dari keinginan, kasih sayang, dahaga, kegemaran, dan ketagihan terhadap kesadaran, tidak menganggap: ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’ … atau ‘Sang Tathāgata bukan ada juga bukan tidak ada setelah kematian.’

“Ini, sahabat, adalah sebab dan alasan mengapa ini tidak dinyatakan oleh Sang Bhagavā.”

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com