Maha patthana pali


24 Faktor Pengkondisian

Hormat kepada Beliau, Sang Bhagavā, Sang Arahanta,
Buddha yang Tercerahkan Sempurna. 

Penyebutan satu per satu dari kondisi-kondisi

Kondisi akar, kondisi objek,
kondisi dominansi, kondisi tanpa interval,
kondisi keberlanjutan, kondisi kemunculan bersama,
kondisi timbal balik, kondisi ketergantungan,
kondisi ketergantungan kuat, kondisi kemunculan lebih dulu,
kondisi kemunculan belakangan, kondisi pengulangan,
kondisi perbuatan, kondisi hasil,
kondisi nutrisi, kondisi kemampuan,
kondisi jhāna, kondisi jalan,
kondisi penggabungan, kondisi pemisahan,
kondisi kehadiran, kondisi ketidakhadiran,
kondisi kelenyapan, kondisi ketidaklenyapan.

Penjelasan tentang Kondisi-Kondisi

1. Kondisi akar artinya
akar-akar yang terkait dengan dhamma-dhamma berhubungan dengan akar-akar,
dan materi-materi yang dihasilkannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi akar.

2. Kondisi objek artinya
landasan objek warna terkait dengan elemen kesadaran mata,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
landasan objek suara terkait dengan elemen kesadaran telinga,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
landasan objek bau terkait dengan elemen kesadaran hidung,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
landasan objek rasa terkait dengan elemen kesadaran lidah,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
landasan objek sentuhan terkait dengan elemen kesadaran tubuh,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
landasan objek warna, landasan objek suara, landasan objek bau,
landasan objek rasa, landasan objek sentuhan terkait dengan elemen pikiran,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
Semua dhamma terkait dengan elemen kesadaran pikiran,
dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;
Dimulai dengan dhamma apa pun
apa pun dhamma-dhamma yang muncul, (apa pun) faktor-faktor batin dan dhamma-dhammanya,
dhamma-dhamma ini dan apa pun dhamma lainnya (muncul),
kondisi dengan cara ini disebut kondisi objek;

3. Kondisi dominansi artinya
dominansi dari kemauan terkait dengan dhamma-dhamma yang berhubungan dengan kemauan,
dan materi-materi yang dihasilkannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi dominansi;
dominansi dari energi terkait dengan dhamma-dhamma yang berhubungan dengan energi,
dan materi-materi yang dihasilkannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi dominansi;
dominansi dari pikiran terkait dengan dhamma-dhamma yang berhubungan dengan pikiran,
dan materi-materi yang dihasilkannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi dominansi;
dominansi dari penyelidikan terkait dengan dhamma-dhamma yang berhubungan dengan penyelidikan,
dan materi-materi yang dihasilkannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi dominansi.
Setelah memberatkan pada satu dari dhamma-dhamma ini,
apa pun dhamma-dhamma yang muncul, (apa pun) faktor-faktor batin dan dhamma-dhammanya,
dhamma-dhamma ini dan apa pun dhamma lainnya (muncul),
kondisi dengan cara ini disebut kondisi dominansi.

4. Kondisi tanpa interval artinya
elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval;
elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval;
elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval;
elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval;
elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma yang tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma yang tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.
Kapan pun salah satu dari dhamma-dhamma ini tanpa interval apa pun dhamma-dhamma yang muncul, (apa pun) faktor-faktor batin dan dhamma-dhammanya,
dhamma-dhamma ini dan apa pun dhamma lainnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi tanpa interval.

5. Kondisi keberlanjutan artinya
elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan;
elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan;
elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan;
elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan;
elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan,
elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkait dengan kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma yang tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma yang tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait dengan dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.
Kapan pun salah satu dari dhamma-dhamma ini berhubungan apa pun dhamma-dhamma yang muncul, (apa pun) faktor-faktor batin dan dhamma-dhammanya,
dhamma-dhamma ini dan apa pun dhamma lainnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi keberlanjutan.

6. Kondisi kemunculan bersama artinya
empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama;
empat elemen utama berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama;
pada saat pembuahan (ke dalam rahim) batin dan materi berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama;
pikiran dan faktor-faktor batin berhubungan dengan materi yang berasal dari pikiran,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama;
empat elemen utama terkait dengan materi turunannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama.
Materi terkadang terkait dengan bukan materi (batin),
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan bersama;
dan terkadang bukan dengan cara kondisi kemunculan bersama.

7. Kondisi timbal balik artinya
empat agregat batin,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi timbal balik;
empat elemen utama,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi timbal balik;
pada saat pembuahan (ke dalam rahim) batin dan materi,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi timbal balik.

8. Kondisi ketergantungan artinya
empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
empat elemen utama berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
pada saat pembuahan (ke dalam rahim) batin dan materi berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
pikiran dan faktor-faktor batin terkait dengan materi yang berasal dari pikiran,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
empat elemen utama terkait dengan materi turunannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan.
Landasan mata
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
landasan telinga
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
landasan hidung
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
landasan lidah
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan;
landasan tubuh
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan.
Dengan bergantung pada materi ini,
elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran muncul,
materi tersebut berhubungan dengan elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan.

9. Kondisi ketergantungan kuat artinya
dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait dengan beberapa dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait dengan beberapa dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Dhamma-dhamma tak menentu sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketergantungan kuat.
Temperatur dan makanan juga (mungkin) merupakan kondisi ketergantungan kuat.
Individu juga (mungkin) merupakan kondisi ketergantungan kuat.
Tempat tinggal juga (mungkin) merupakan kondisi ketergantungan kuat.

10. Kondisi kemunculan lebih dulu artinya
Landasan mata
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan telinga
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan hidung
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan lidah
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan tubuh
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu.
Landasan objek warna
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan objek suara
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan objek bau
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan objek rasa
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan objek sentuhan
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu;
landasan objek warna, landasan objek suara, landasan objek bau,
landasan objek rasa, landasan objek sentuhan terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu.
Dengan bergantung pada materi ini,
elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran muncul,
materi itu terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengan itu,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan lebih dulu.
(Materi itu) terkait dengan elemen kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya terkadang,
dengan kondisi kemunculan lebih dulu;
dan terkadang bukan dengan kondisi kemunculan lebih dulu.

11. Kondisi kemunculan belakangan artinya
faktor-faktor batin dan dhamma-dhamma yang muncul belakangan terkait dengan kumpulan dari (berbagai hal) yang muncul lebih dulu,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemunculan belakangan.

12. Kondisi pengulangan artinya
dhamma-dhamma baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi pengulangan.
Dhamma-dhamma tidak baik sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma tidak baik setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi pengulangan.
Dhamma-dhamma fungsional tak menentu sebelumnya terkait pada dhamma-dhamma fungsional tak menentu setelahnya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi pengulangan.

13. Kondisi perbuatan (berkehendak) artinya
perbuatan (berkehendak) yang baik dan tidak baik terkait dengan agregat hasil dan materi-materi yang berasal dari apa yang telah dilakukan,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi perbuatan (berkehendak).
Kehendak terkait pada dhamma-dhamma yang berhubungan dengan itu,
dan materi-materi yang berasal darinya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi perbuatan (berkehendak).

14. Kondisi hasil artinya
hasil dari empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi hasil.

15. Kondisi nutrisi artinya
makanan jasmaniah terkait dengan tubuh ini,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi nutrisi.
Makanan bukan materi (batin) terkait pada dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
dan materi-materi yang berasal darinya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi nutrisi.

16. Kondisi kemampuan artinya
kemampuan mata
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan;
kemampuan telinga
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan;
kemampuan hidung
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan;
kemampuan lidah
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan;
kemampuan tubuh
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan.
Kemampuan hidup materi terkait pada materi-materi yang berasal dari apa yang telah dilakukan,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan.
Kemampuan bukan materi (batin) terkait pada dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
dan materi-materi yang berasal darinya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kemampuan.

17. Kondisi jhāna artinya
faktor-faktor jhāna
terkait pada dhamma-dhamma yang berhubungan dengan jhāna,
dan materi-materi yang berasal darinya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi jhāna.

18. Kondisi jalan artinya
faktor-faktor jalan
terkait pada dhamma-dhamma yang berhubungan dengan jalan,
dan materi-materi yang berasal darinya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi jalan.

19. Kondisi penggabungan artinya
empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi penggabungan.

20. Kondisi pemisahan artinya
materi terkait dengan bukan materi,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi pemisahan.
Bukan materi terkait dengan materi,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi pemisahan.

21. Kondisi kehadiran artinya
empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
empat elemen utama berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
pada saat pembuahan (ke dalam rahim) batin dan materi berhubungan timbal balik
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
pikiran dan faktor-faktor batin terkait dengan materi yang berasal dari pikiran,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
empat elemen utama terkait dengan materi turunannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran.
Landasan mata
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan telinga
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan hidung
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan lidah
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan tubuh
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran.
Landasan objek warna
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan objek suara
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan objek bau
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan objek rasa
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan objek sentuhan
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran;
landasan objek warna, landasan objek suara, landasan objek bau,
landasan objek rasa, landasan objek sentuhan terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran.
Dengan bergantung pada materi ini,
elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran muncul,
materi tersebut berhubungan dengan elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kehadiran.

22. Kondisi ketidakhadiran artinya
faktor-faktor batin dan pikiran yang telah lenyap sebelumnya,
terkait pada faktor-faktor batin dan pikiran yang telah muncul saat ini,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidakhadiran.

23. Kondisi kelenyapan artinya
faktor-faktor batin dan pikiran yang telah lenyap sebelumnya,
terkait pada faktor-faktor batin dan pikiran yang telah muncul saat ini,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi kelenyapan.

24. Kondisi ketidaklenyapan artinya
empat agregat batin berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
empat elemen utama berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
pada saat pembuahan (ke dalam rahim) batin dan materi berhubungan timbal balik,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
faktor-faktor batin dan pikiran terkait dengan materi yang berasal dari pikiran,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
empat elemen utama terkait dengan materi turunannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan.
Landasan mata
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan telinga
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan hidung
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan lidah
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan tubuh
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan.
Landasan objek warna
terkait dengan elemen kesadaran mata dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan objek suara
terkait dengan elemen kesadaran telinga dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan objek bau
terkait dengan elemen kesadaran hidung dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan objek rasa
terkait dengan elemen kesadaran lidah dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan objek sentuhan
terkait dengan elemen kesadaran tubuh dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan;
landasan objek warna, landasan objek suara, landasan objek bau,
landasan objek rasa, landasan objek sentuhan terkait dengan elemen pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan.
Dengan bergantung pada materi ini,
elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran muncul,
materi tersebut berhubungan dengan elemen pikiran dan elemen kesadaran pikiran dan dhamma-dhamma yang berhubungan dengannya,
kondisi dengan cara ini disebut kondisi ketidaklenyapan.

Penjelasan tentang Kondisi-Kondisi Selesai.

Kritik dan Saran, Hubungi : cs@sariputta.com