Anekajāti
Melalui Kelahiran yang Tak Terhitung
Melalui banyak kelahiran, saya, yang berlarian di dalam saṃsāra, mencari pembuat rumah tapi tidak menemukannya.
Kelahiran yang berulang-ulang adalah penderitaan.
Wahai pembuat rumah!
Kamu telah terlihat!
Kamu sudah tidak akan membuat rumah lagi!
Semua kasau-mu telah patah!
Bubungan atap-mu telah hancur!
Batinku telah mencapai yang tidak berkondisi, kehancuran nafsu-keinginan telah dicapai! [3 kali]
Melalui banyak kelahiran, saya, yang berlarian di dalam saṃsāra, mencari pembuat rumah tapi tidak menemukannya.
Kelahiran yang berulang-ulang adalah penderitaan.
Wahai pembuat rumah!
Kamu telah terlihat!
Kamu sudah tidak akan membuat rumah lagi!
Semua kasau-mu telah patah!
Bubungan atap-mu telah hancur!
Batinku telah mencapai yang tidak berkondisi, kehancuran nafsu-keinginan telah dicapai! [3 kali]
Keterangan: Rumah = Tubuh. Pembuat rumah = nafsu-keinginan. Semua kasau telah patah = semua kilesa telah hancur. Bubungan atap telah hancur = Kebodohan telah hancur. Mencapai yang tidak berkondisi = merealisasi Nibbāna. Kehancuran nafsu-keinginan telah dicapai = mencapai Arahatta Buah.
Kritik dan Saran, Hubungi : cs@sariputta.com