Sariputta | Service From The Heart Sariputta

Service From The Heart

👁 1 View
2018-05-24 14:00:08

Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah showroom otomotif. 
Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan menghampirinya, "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?"
Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil second yang kecil, sebuah mobil yang sederhana, karena dia hanya memiliki anggaran yang terbatas. 

John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang showroom, di sana semua mobil second berukuran kecil dipajang.
Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. Pada saat berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil.

"Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30 tahun lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke supermarket dan ke rumah teman-temannya.
Tapi, saat itu adalah masa-masa sulit dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya berhenti meminta mobil," cerita pria tua itu.

"Minggu lalu ia jatuh sakit. Dokter mengatakan istri saya menderita kanker dan umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Jadi, saya memutuskan untuk menggunakan tabungan saya untuk membelikannya mobil, supaya ia setidaknya bisa menikmati beberapa bulan sisa hidupnya mengendarai mobilnya sendiri, sebelum dipanggil menghadap Tuhan," tambahnya lagi.

Hati John tersentuh mendengar kisah tersebut. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu hari, ia juga akan menjadi suami yang baik sampai akhir hayat hidupnya.

Setelah beberapa lama berkeliling, pria tua itu akhirnya menjatuhkan pilihannya pada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap.

"Istriku bakal menyukai mobil ini. Kecil, mudah dikendalikan, memiliki semua fitur yang ia inginkan dan ini adalah warna favoritnya!"

Lalu dia berkata pada John bahwa dia akan memberikan kejutan pada istrinya. "Saya akan mengajak istri saya ke sini besok, dan berpura-pura melihat-lihat mobil. Kalau Anda melihat saya besok, berpura-puralah seakan kita belum pernah bertemu sebelumnya, dan layani saya persis seperti Anda pertama kali melayani saya. Lalu, saya akan memberikan kejutan pada istri saya dengan mengatakan bahwa saya sudah membelikan mobil untuknya, oke?"

John berkata, "Oke, akan saya ikuti rencana Anda. Terima kasih, Pak Brown, saya nantikan kunjungan Anda beserta istri besok." 
Setelah orang tua itu pergi, John menceritakan kejadian ini pada rekan-rekan kerja yang lain. Mereka juga tersentuh.

Pada hari berikutnya, seperti yang sudah direncanakan, pria tua itu datang bersama istrinya. 
Sesudah mereka masuk bergandengan tangan ke dalam showroom, John memberi salam dengan gembira kepada mereka dan berpura-pura belum mengenal laki-laki tua itu. 
Tetapi, sewaktu istrinya sedang tidak melihat, John mengedipkan matanya padanya seakan berkata, "Semuanya beres." 
Pria itu tersenyum.

Laki-laki tua itu berpura-pura menjelaskan kepada John bahwa mereka ke showroom ini untuk melihat-lihat, dan ia menjelaskan tipe mobil yang mereka inginkan. Sang istri berkata pada John, "Saya tidak mengerti mengapa suami saya tiba-tiba mengajak saya ke sini. Kami tidak punya rencana untuk beli mobil. Kami bahkan tidak mampu membayarnya!"

John mengantar pasangan tersebut ke garasi di belakang showroom. Sewaktu mereka melihat-lihat, pria tua itu mencari mobil hijau gelap yang sudah ia pesan dan bayar kemarin. Tapi, mobil itu sudah tidak ada di sana. Ia bertanya pada John, "Apakah hanya ini mobil-mobil yang Anda miliki? Apakah tidak ada yang lain lagi?"

"Tidak ada lagi, Pak. Ini semua yang kami miliki, mobil-mobil inilah yang sesuai dengan budget bapak."
"Apakah BENAR-BENAR hanya ini semua mobil yang Anda miliki? Tidak ada lagi?" tanyanya lagi. "Tidak ada pak. Hanya ini semua yang kami miliki. Tidak ada lagi," jawab John.

Orang tua itu mulai panik. 
Ia berkata pada dirinya sendiri, "Saya telah membayar penuh untuk mobil itu. Tapi, sudah tidak di sini dan John mengatakan hanya ini yang ia miliki! Jadi, di mana mobil saya dan apa yang terjadi dengan uang yang sudah saya bayarkan padanya?" 
Lebih parah lagi, ia tidak bisa bertanya langsung pada John, "Dimana mobil saya?" Orang tua itu benar-benar khawatir.

Setelah beberapa lama berjalan ke sana ke mari, John menyarankan mereka kembali ke dalam showroom untuk berteduh dan minum karena udara di garasi mulai panas, dan tampaknya tidak ada mobil yang cocok dengan keinginan mereka. 
Pria tua itu menjawab, "Tidak, saya ingin berkeliling lagi."

Istrinya berkata, "Tidak apa-apa sayang, mereka tampaknya tidak memiliki mobil yang kita cari. Mari kita ke dalam, saya lelah." 
Dengan lesu, si orang tua mengikuti John dan istrinya kembali ke showroom. Ia khawatir, bingung, dan marah dalam waktu yang bersamaan, tetapi tidak bisa menunjukkannya!

Sewaktu mereka duduk sambil menikmati minuman di showroom, sang istri bercakap-cakap dengan gembira pada John, tapi si orang tua itu sedang tidak ingin untuk bercakap-cakap. Ia terlalu bingung dan tengah berpikir tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

Tiba-tiba istrinya berseru, "Itu mobil yang sangat bagus!" 
Si orang tua menoleh ke arah istrinya menunjuk. 
Di sana ada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap seperti yang sudah ia pilih sehari sebelumnya, bedanya mobil ini masih baru. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di podium berputar dan diberikan pita besar.

"Ini tidak mungkin mobil yang sudah saya beli ! Mobil yang saya beli itu mobil bekas, berdebu, dan ada di garasi belakang. Sedangkan ini mobil baru," katanya dalam hati.

"Ini terlalu mahal sayang, ini mobil baru," dia mengingatkan istrinya. "Tidak apa-apa. Masuk saja ke dalam, duduk dan rasakan," kata John. 
Sang istri tampak ragu-ragu. "Mari silakan." 
John menuntun tangan istri pria tua itu menuju podium, lalu membukakan pintu mobil untuknya.

Sang istri masuk ke dalam mobil, duduk dengan nyaman dan mengangkat tangannya untuk memegang kemudi. Kemudian ia berteriak, melompat keluar dari mobil, dan berlari ke arah suaminya untuk memberinya pelukan hangat. 
"Terima kasih, terima kasih banyak, sayang! Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!"

Pria tua itu kaget dan bingung. Apa yang sedang terjadi? 
Lalu, istrinya mengambil kartu besar dari kemudi mobil. 
Di kartu itu tertulis:

"SELAMAT, Nyonya Brown,
Anda adalah pemilik khusus mobil cantik ini!

SELAMAT
Terutama karena Anda memiliki seorang suami yang SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT MENCINTAI ANDA!"

John dan seluruh tim penjual amat tersentuh oleh kisah pria tua itu, sehingga mereka sepakat melakukan pekerjaan ekstra untuk memberikan kejutan kepada pasangan yang saling mencintai ini. Mereka semua kerja lembur malam itu untuk mencuci mobil tersebut, memoles catnya, mengikatkan pita besar, dan membuat kartu ucapan "SELAMAT" yang besar. 
Istri pria tua itu melompat-lompat gembira. 
Pria tersebut tersenyum lebar.

Tidak hanya itu, sewaktu pasangan tersebut mengendarai mobil kecil yang sudah mengkilap tadi keluar dari showroom, setiap staf berbaris di pintu depan showroom untuk memberikan tepuk tangan meriah dan hangat, tepuk tangan yang berasal dari hati.

Pasangan bahagia itu dengan bangga melambaikan tangan kepada para staf sambil mengemudikan mobil keluar meninggalkan showroom.

Ada beberapa wajah yang berlinang air mata di antara para staf yang berbaris pada pagi itu, tetapi di bibir mereka tersungging senyuman.

Sahabat, inilah arti sesungguhnya dari "MENGGEMBIRAKAN HATI PELANGGAN ANDA".

Jelas sekali, Anda tidak mungkin melakukan hal ini setiap hari. Tetapi, kalau Anda bisa melakukan sesuatu seperti ini kepada pelanggan Anda sekali seminggu saja, hal ini tentu akan sangat meningkatkan image perusahaan, dan juga akan meningkatkan semangat setiap staf di perusahaan. 
Pekerjaan menjadi lebih punya arti.

Perasaan senang karena bisa memberi ini tidak bisa dibeli dengan uang. 
Benar-benar momen spesial dalam bisnis dan pekerjaan. 
Saya mendapatkan kisah ini dari sahabat saya : James Gwee, di Singapore.

Kadang kala kejutan yang manis itu diperlukan dalam hubungan apa pun. 
Apakah itu bisnis, persahabatan, maupun rumah tangga. 
Dan kadang kala pengorbanan yang kita berikan (waktu, tenaga dan pikiran) saat mempersiapkan kejutan itu, tak ada harganya dibanding perasaan kita saat menyaksikan wajah bahagia orang lain. 

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com