Sariputta | Menyertai Tekad Dengan Kebijaksanaan Oleh Sri Pannyavaro Sariputta

Menyertai Tekad Dengan Kebijaksanaan Oleh Sri Pannyavaro

👁 1 View
2019-08-10 09:32:50

Ada Seorang Raja yang sakit mata, dia ingin sembuh. Saya harus sembuh. Itu Tekad, Adhittthāna. Dia Tidak ragu, dia tidak bimbang bisa sembuh. Ada sakit pasti ada obatnya, dan dia berusaha. Kalau Tekad tanpa usaha terus menerus, tidak mungkin tekad menghasilkan Buah.

Dia kesana-kemari mencari dokter, mencari tabib. Akhirnya ketemu.”Penyakit mata baginda Raja bisa sembuh. Ada obatnya, dan Obatnya tidak sulit. Baginda harus melihat segalnya sesuatu yang serba hijau sebanyak mungkin. Nanti akan terobati,” demikian kata tabibnya.

Raja mengerti dan dia konsisten. Sampai di kerajaan , lalu dia minta semuanya diganti hijau. Karpet hijau, piring makan hijau, dinding hijau, pakaian hijau, tentu daun daunnya hijau semua. Dia berusaha, dia konsisten. Tidak hanya sekadar bertekad sembuh . Tak lama kemudian penyakit matanya mulai sembuh.

Lalu ada seorang menteri yang bertanya , “ Baginda Tuanku Raja ,mengapa Baginda mengubah semuanya menjadi hijau?”
“Ya, Menteri, karena dengan warna hijau mataku menjadi pulih kembali.”
“Mengapa Baginda tidak memakai kaca mata hijau saja? Kalau baginda memakai kaca mata hijau semua akan kelihatan hijau . Tidak usah mengubah yang di luar menjadi hijau. Mengubahlah ke dalam.” Adhitthāna ‘Tekad’ kuat dengan kesungguhan, dengan keuletan saja tidak cukup. Harus ada paññā ‘kebijaksanaan’. Dengan kebijaksanaan semuanya akan tercapai dengan tentram.

Sumber : Buku Melihat Kehidupan ke Dalam

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com