Sariputta | Memberi Oleh Ajahn Brahm (Kutipan Buku Jatuh Bebas ) Sariputta

Memberi Oleh Ajahn Brahm (Kutipan Buku Jatuh Bebas )

👁 1 View
2019-08-08 13:48:57

Saya telah di Wat Pah Pong bersama Ajahn Chah hanya sekitar dua atau tiga minggu dan masih mempelajari rutinitas kehidupan bhikkhu hutan Thai. Setiap hari saat fajar, kami semua akan pergi ke desa untuk menyambut derma. Kami berjalan telanjang kaki, dan ketika kami kembali ke wihara, kami harus cuci kaki sebelum memasuki aula meditasi.

Ketika Ajahn Chah kembali, sekelompok bhikkhu menyerbunya. Berdeskan demi mendapat kesempatan membasuh kakinya . Datang dari Barat, Saya merasa ini sangat konyol. Air bercipratan ke semua tempat. Dua puluh bhikkhu gila-gilaan membasuh dua kaki. Itu keterlaluan. 
Latar belakang saya dalam sains mendesak saya untuk menyelidiki fenomena aneh ini; saya akan cuci kaki Ajahn Chah untuk melihat apa sih kehebohan ini. Saya tahu saya harus cepat dan bertekad. Saya tiba Iebih awal dari sambut derma dan duduk di tempat basuh, meringkuk seperti kucing. 
Ketika Ajahn Chah kembali, saya melesat, menyelak kerumunan demi kaki guru saya. Saya dapat satu jempol kaki besar untuk saya sendiri. Sejempol gede! Saya terkejut: betapa bahagia saya rasakan dari mencuci jempol kaki besar seorang bhikkhu tua! Saya akhirnya mengerti apa yang semua bhikkhu ini lakukan. Kesenangan memberi memang tak masuk akal. Tapi ini nyata.

Saya tahu seorang bhikkhu muda yang melakukan perjalanan dari Thailand untuk menengok keluarganya di Chicago. Bayangkan vertigonya. Keluar dari hutan pengap di Thailand Timur Laut dan turun di musim dingin Chicago yang brutal.

Saya rasa guncangan itu terlalu berat baginya. la tergelincir di jalan es dan kakinya patah. 
Dibawa dengan ambulans ke rumah sakit, kakinya segera ditangani. lbunya tiba di samping ranjangnya. la belum pernah melihat senyum ibunya sebahagia saat ia melihatnya di ranjang
rumah sakit dengan kaki digips.

la bingung, ”Ma, aku sakit. Kok Mama malah kelihatan senang?” 
"Karena sekarang Mama punya kamu tepat di mana Mama ingin kamu berada,” katanya. "Mama bisa merawatmu, dan kamu tidak bisa kabur balik ke Thailand!” 
Tak ada yang membuat seorang ibu Iebih bersukacita daripada mendapatkan kembali putra empat puluh tahunnya dengan gips di kaki yang tidak bisa pergi ke mana-mana dan perlu dibasuh dan dikasih makan. 
Bagi sang ibu, memberi adalah keistimewaan-keistimewaan terbesar. Sukacita terbesar. Betapa Iebih bahagianya kita jika kita memperlakukan kehidupan seperti ibu itu?

Memberi, memberi, dan terus memberi. Dan biarkan orang lain memberi kepada Anda!
https://www.instagram.com/p/B044EevAs40/…

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com