Sariputta | Kindfulness Setiap hari Oleh Ajahn Brahm (Kutipan buku Bear Meditation) Sariputta

Kindfulness Setiap hari Oleh Ajahn Brahm (Kutipan buku Bear Meditation)

👁 1 View
2019-08-09 13:57:54

Beberapa tahun lalu di retret Sydney, Ada orang yang membuat suara napas keras selama meditasi. Beberapa hari retret berlangsung, saya menerima beberapa lembar kertas dalam kotak pertanyaan yang mengeluhkan ini dan meminta saya menyuruh orang-orang bernapas lebih senyap. Pria ini ternyata sekarat karena kanker hidung. Para dokter telah angkat tangan terhadapnya, dan inilah pertaruhannya yang terakhir, seperti ungkapan mereka-mencoba apakah meditasi bisa menyambung nyawanya. Begitu saya memberitahu orang-orang tentang ini, tidak ada keluhan lagi, hanya ada kewelasan besar: betapa mengagumkannya orang ini memberi kesempatan bagi meditasi. la bersuara begitu karena ia memiliki tumor besar di hidungnya. 
Pada hari terakhir retret, ia meminta wawancara darurat. Ia memberitahu saya bahwa selama beberapa jam sebelumnya terjadi suatu hal ajaib. Ia mengatakan bahwa ia sedang bermeditasi seperti biasa, bernapas melalui mulutnya, saat ia mendengar bunyi “pop"--ia bisa bernapas melalui hidungnya! Itu hanya berlangsung selama satu menit sebelum tumor menutupnya lagi. Saya pikir ia sudah terlambat jika ia mulai meditasi lebih awal, ia mungkin membuat tumor itu mengecil. Akan tetapi, ia terus bermeditasi. 
Beberapa tahun kemudian, ada orang mendatangi saya di Sydney dan Berkata, “Apa Anda ingat saya?" Ia ternyata orang itu. Ia mengatakan bahwa ia terus bermeditasi. Tumor ini menciut sepenuhnya-mengecil sampai hilang tuntas. lalu kini ia menghabiskan sisa hidupnya mengajarkan meditasi kepada orang lain.

Kisah hebat lainnya berasal dari retret yang saya berikan di tempat meditasi kami di utara Perth. Ada pria datang ke retret memakai topeng wajah dari karet. Ia memberitahu saya pada awalnya bahwa ia tidak yakin akan bertahan selama sembilan hari penuh, karena ia mengidap penyakit eksim yang sangat berat. Ia mengatakan bahwa radang kulit itu ada di sekujur tubuhnya (ia mengangkat celana panjang dan kausnya untuk menunjukkannya kepada saya) dan gatel sekali rasanya. Ia memasang topeng wajah untuk menghentikannya menggaruk kulit wajahnya sampai lepas. Ia berada dalam siksaan setiap saat. 
Saya sangat terkesan ia mampu tetap menjalani retret selama sembilan hari penuh. Tatkala ia datang menemui saya pada akhir retret, ia tidak memakai topeng wajahnya. Ia mengangkat kausnya dan menarik celana panjangnya. Radang kulitnya sudah lenyap penuh kecuali lingkaran kecil di sekitar mata kaki selebar satu atau dua inci .Menakjubkan melihat kelegaan di wajahnya. Ia terbebas dari siksaan setiap saat.

Jadi betul, meditasi itu mujarab. Anda cuma harus bersantai, melepas hening, dan berhenti berupaya mengendalikan segala sesuatu. Jika Anda bermeditasi untuk menyingkirkan penyakit, itu tidak akan terjadi. Jika Anda bermeditasi sekadar untuk damai, hening, dan bajik, maka terjadilah. ltulah sebabnya banyak dokter merekomendasikan meditasi kepada para pasien mereka.
Sumber: Buku Bear Meditation (meditasi menjinakkan Pikiran Liar)

https://www.instagram.com/p/BzMo5uMA1KU/?igshid=cy5oyfxf0sk0

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com