Sariputta | Rasa takut dan Kekhawatiran Sariputta

Rasa takut dan Kekhawatiran

Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nayake Mahathera

👁 1 View
2018-07-16 16:41:03

Rasa takut dan khawatir dilahirkan dari imajinasi pikiran yang dipengaruhi oleh kondisi keduniawian. 
Rasa itu bersumber dari keserakahan (craving) dan kemelekatan. 
Sebenarnya, hidup ini seperti gambaran film yang bergerak, segalanya secara terus-menerus bergerak dan berubah. Tidak ada apa pun di dunia ini yang permanen atau tetap diam. 
Mereka yang masih muda dan kuat mempunyai ketakutan akan kematian pada usia muda.
Mereka yang telah lanjut usia menderita khawatir tentang hidup terlalu lama. Berada di antara dua keadaan tersebut sangatlah tersiksa.

Pengharapan tentang segala sesuatu yang menyenangkan tampaknya berlalu terlalu cepat. Pemikiran tentang keadaan yang tidak menyenangkan menciptakan kecemasan yang tampaknya enggan beranjak. 
Perasaan tersebut seperti wajar adanya. Keadaan timbul tenggelam dalam hidup semacam itu mempermainkan manusia seperti boneka yang dimainkan oleh tali. Tetapi pikiran adalah penguasa yang hebat terhadap dirinya sendiri.

Pelatihan pikiran, dengan kata lain dikenal sebagai kebudayaan pikiran, adalah langkah pertama menuju penjinakkan keresahan pikiran.

Sang Buddha menjelaskan:

"Dari keserakahan timbullah kesedihan,
dari keserakahan timbullah ketakutan, Bagi ia yang sepenuhnya terbebas dari keserakahan,
tidak ada kesedihan, apalagi kekhawatiran."

Semua kemelekatan akan berakhir dengan kesedihan.
Tidak ada air mata ataupun ucapan selamat tinggal yang dapat memutuskan ketidakkekalan kehidupan.
Segala yang berwujud tidak tetap adanya.

Tua dan muda menderita dalam keberadaan ini. Tidak ada pengecualiannya. Banyak anak remaja yang mengalami penderitaan pada masa pertumbuhan mereka. 
Dapat dimengerti bahwa remaja tidak berpengalaman dalam membangun hubungan dengan lawan jenis mereka. 
Mereka mencoba untuk menunjukkan kecantikan dan berusaha menarik perhatian lawan jenis mereka yang pada gilirannya merasa tersanjung karena dijadikan objek seks.
Kedua pihak mencoba bukan untuk menjadi diri mereka, tetapi mencoba menjadi seseorang yang mereka anggap dewasa. Mereka takut bahwa jika bersikap seperti apa adanya akan ditertawakan. Tingkah laku semacam ini memungkinkan terjadinya eksploitasi. Ada rasa kekhawatiran terhadap penolakan dan juga penurunan ego. 
Cinta yang tidak terbalas seringkali 'mematahkan' banyak hati para remaja karena mereka merasa telah mempermalukan diri sendiri.
Beberapa di antaranya bahkan bunuh diri. Tetapi trauma semacam itu dapat dihindarkan jika kehidupan dilihat seperti apa adanya. 
Kepada orang-orang muda harus diajarkan pendekatan kehidupan secara Buddhis, sehingga mereka dapat berkembang menjadi dewasa dengan jalan yang benar.

"Pada siapa pun ketakutan itu timbul, Ia timbul pada orang yang bodoh, bukan pada orang yang bijaksana.” demikian sabda Sang Buddha. 
Ketakutan bukan Iain daripada tahapan pikiran. Tahapan pikiran seseorang bergantung pada kontrol dan arahan; penggunaan pikiran yang negatif akan membuahkan ketakutan; penggunaan yang positif akan merealisasikan harapan dan tujuan-tujuan (ideals). Pilihan bergantung pada diri kita sendiri. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menguasai pikirannya. 
Alam telah memberikan manusia satu kekuasaan penuh terhadap sesuatu yaitu pikiran. 
Segala sesuatu yang diciptakan manusia bermula dari bentuk pemikiran. Di sinilah kunci untuk membantu memahami prinsip dengan mana ketakutan dapat ditaklukkan.

Seorang ahli anatomi Inggris pernah sekali waktu ditanya oleh seorang muridnya tentang apakah penyembuh bagi rasa takut yang paling mujarab, dan beliau menjawab, "Cobalah untuk melakukan sesuatu bagi orang lain."

Sang murid merasa terpesona dengan jawaban yang aneh tersebut, dan meminta penjelasan lebih lanjut.
lnstrukturnya berkata, "Anda tidak dapat mempunyai dua pasang pemikiran pada saat yang bersamaan di dalam pikiran Anda." 
Satu set pemikiran akan selalu mengusir set pemikiran yang lain. Jika, pikiran Anda sepenuhnya dipenuhi oleh keinginan membantu orang lain tanpa memikirkan imbalan, Anda tidak dapat mempunyai rasa ketakutan pada saat yang bersamaan.

"Kekhawatiran mengeringkan darah lebih cepat daripada usia. " Ketakutan dan kekhawatiran adalah tanda-tanda alami dari penjagaan diri. Tetapi ketakutan yang terus menerus dan kekhawatiran yang berlanjut adalah musuh bagi tubuh ini. Ketakutan dan kekhawatiran mengacaukan fungsi tubuh yang normal.

Masalah dan Tanggung Jawab
Alih bahasa : Kalyani Kumiayi S. E

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com