Sariputta | Banjir pandangan salah (Ditthogha) Sariputta

Banjir pandangan salah (Ditthogha)

Bhikkhu Revata

👁 1 View
2023-07-03 10:49:22

Ada enam puluh dua pandangan salah (lihat Brahmajàla Sutta, Digha Nikàya); di antaranya yang paling penting yang perlu kita lepaskan adalah ‘pandangan salah tentang identitas diri’. Karena pandangan salah ini, kita menderita dan beresiko jatuh ke salah satu dari empat alam menyedihkan. Jadi, praktik tambahan diperlukan, dalam rangka untuk menghapus pandangan salah tentang identitas-diri.
 
Setelah meditator bisa langsung membedakan materi dan batin yang paling hakiki, mereka beralih ke praktik ”Sebab Akibat Yang Saling Bergantungan” (Paticcasamuppàda). Dengan praktik ini, akan datang pengetahuan langsung dari sebab dan akibat. Setelah mereka secara langsung melihat sebab dan akibat, mereka melanjutkan ke meditasi pandangan terang. Pada tahap meditasi pandangan terang inilah mereka memeriksa tiga karakteristik ketidakkekalan, penderitaan dan tanpa-diri sepanjang keseluruhan batin-materi yang rumit. Ketika pandangan terang seorang meditator sudah matang, Jalan Kebijaksanaan muncul. Pada titik ini, dia melihat Nibbàna. Materi dan batin menjadi padam.
 
Ketika Jalan Kebijaksanaan muncul, kekotoran batin dimusnahkan tahap demi setahap. Dengan pencapaian Jalan Pertama datanglah Pemasuk Arus, buah pertama pencerahan. Seseorang menjadi Sotàpanna. Pada saat pencapaian mendalam ini, kekotoran batin pada identitas-diri, keragu-raguan dan kemelekatan akan upacara dan ritual dimusnahkan untuk selamanya. Orang yang telah mencapai Pemasuk Arus tahu dan melihat cara kerja kekotoran batin mereka dengan jelas. Mereka mengerti ‘pandangan salah’ sebagai kemelekatan kasar ataupun halus akan kepercayaan konsep ‘aku‘, ‘diriku’ atau ‘milikku’. Mereka tidak lagi melihat keserakahan sebagai keserakahan ‘ku’ atau kebencian sebagai kebencian ‘ku’. Dan, mereka tidak lagi merugikan diri sendiri dengan sengaja atau dengan kesadaran melakukan perbuatan fisik dan ucapan yang dapat menyebabkan kelahiran kembali di salah satu alam menyedihkan.
 
Bagi kebanyakan orang, bagaimanapun, banjir pandangan salah mempesonakan. Seperti robot yang diprogram, kita terus memanjakan diri dalam perbuatan tidak baik meskipun niat terbaik kita adalah tidak melakukannya. Kita tidak benar- benar ingin berubah dan kita tidak memahami kebenaran tentang mengapa kita perlu berubah. Hal ini mengarah ke siklus penderitaan tak berujung di dalam empat alam menyedihkan.
 
Karena pandangan salah ini, banyak makhluk yang tak terhitung jumlahnya tersapu dalam banjir pandangan salah. Mereka tenggelam di dalamnya. Ini membuat mereka sulit untuk menyeberang.
 
Semoga semua makhluk baik adanya dan berbahagia.
Semoga semua makhluk mempunyai kesempatan untuk berlatih meditasi.
Semoga Anda dapat melihat dan mengetahui Dhamma di dalam kehidupan ini juga.
Semoga Anda semua dapat berlatih ajaran sejati dari Sang Buddha.
Semoga harapan Mulia semua makhluk terpenuhi.
Semoga Anda semua terbebas dari semua penderitaan.
 
Salam penuh mettā,
Bhikkhu U Revata
Pa-Auk Angthong, Thailand
(15th September 2015)
 
Copas

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com