Tentang Fang Sen

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-26 14:50:15

Dari: Lena, Jakarta

Bhante,
1. Apakah kita harus selalu membacakan paritta di depan hewan yang akan di fangsen ?
2. Apakah hewan yang akan di fangsen harus dalam jumlah tertentu, misalnya menurut
tanggal lahir atau umur kita ?
Terima kasih Bhante.

Jawaban:
1. Adalah niat dan kebiasaan yang baik apabila umat Buddha sering melakukan fangsen
atau melepaskan mahluk menderita ke alam bebas tempat mereka hidup. Perbuatan ini
adalah merupakan kebajikan atau kamma baik.
Pada saat melepas mahluk, apabila mempunyai kesempatan dan tempat juga
memungkinkan, umat Buddha boleh saja membaca Karaniyametta Sutta yaitu kotbah
Sang Buddha tentang cinta kasih. Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan untuk
membaca paritta tertentu, umat cukup mengucapkan dalam batin secara berulang-ulang
kalimat SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA. Dengan membaca paritta atau
kalimat cinta kasih ini, umat Buddha dikondisikan mempunyai ucapan serta pikiran yang
baik pada saat melepas mahluk. Dengan demikian, jumlah kebajikan melalui badan,
ucapan serta pikiran yang ia lakukan pada saat itu akan bertambah banyak.
Tentu saja, semua upacara ritual ini hendaknya dilakukan dengan bijaksana karena
membaca paritta di depan hewan yang akan di fangsen memang bukan keharusan,
melainkan hanya kebiasaan saja.

2. Dalam tradisi pelepasan mahluk, kadang memang ada yang menyarankan untuk
melepaskan mahluk dalam jumlah atau jenis tertentu. Hal ini sering dikaitkan antara niat
awal pelepasan mahluk tersebut dengan Hukum Sebab dan Akibat. Mereka yang
menanam padi akan mendapatkan padi; mereka yang ingin panen mangga, mereka
hendaknya menanam mangga. Jadi, misal mereka yang ingin mendapatkan kesehatan
serta umur panjang, maka mereka diharapkan melepaskan kura-kura atau penyu yang
dipercaya sebagai hewan panjang usia sebagai lambang kesehatan. Sedangkan, mereka
yang ingin mendapatkan pasangan hidup, mereka disarankan untuk melepaskan belut
dalam jumlah genap. Serta masih banyak kebiasaan sejenis lainnya.
Namun, dalam tradisi Buddhis, pelepasan mahluk dapat dilakukan terhadap segala jenis
hewan, dengan jumlah yang bebas dan kapan saja bisa dilakukan. Karena, apapun hewan
yang dilepas, berapapun jumlahnya dan kapanpun hewan itu dilepas, semua adalah
merupakan kebajikan. Dan, kebajikan itulah yang akan membuahkan kebahagiaan, bukan
jumlah maupun jenis hewan yang dilepas.

Semoga jawaban ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan untuk umat serta
simpatisan Buddhis yang ingin melakukan pelepasan mahluk.
Semoga semuanya berbahagia.
Salam metta,
B. Uttamo
--------------------

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com