Tanah Suci 07

Tanya Jawab Seputar Tanah Suci

👁 1 View
2017-09-21 10:51:09

Pertanyaan :

Mengapa dikatakan makhluk pada masa berakhirnya Dharma, harus melatih Ajaran Sukhavati baru bisa memperoleh pembebasan?

Master Chin Kung Menjawab :

Di dalam “Mahāvaipulya mahāsamghāta Sūtra” Buddha Sakyamuni berkata, pada masa periode Dharma Murni, melatih sila memperoleh keberhasilan; sedangkan pada masa periode Dharma Kemiripan, yang melatih Dhyana memperoleh keberhasilan; pada masa periode berakhirnya Dharma, yang melatih Ajaran Sukhavati  memperoleh keberhasilan.

Saat kini kita berada pada masa periode berakhirnya Dharma, menggunakan pintu Dharma pelafalan Amituofo untuk menekan lobha, dosa dan moha, maka dapat terlahir ke Alam Sukhavati, keluar dari enam alam tumimbal lahir. Ini tidak ada dalam 84 ribu pintu Dharma. Pintu Dharma yang lain harus memutuskan lobha, dosa dan moha, barulah dapat mengakhiri tumimbal lahir keluar dari Trailokya (Kamaloka, Rupaloka dan Arupaloka), namun hal ini bukanlah hal yang mudah.

Empat tahapan dari pintu Dharma pelafalan Amituofo adalah yakin, paham, mengamalkan dan membuktikan. Sekarang praktisi yang melatih diri, keyakinannya tidak benar ; tidak memiliki pemahaman ; setengah percaya setengah tidak dan lagi tidak memahami ajaran sutra, melatih diri dengan membabi buta, dan mereka yang melatih diri dengan membabi buta jumlahnya banyak.

Ketika Buddha Sakyamuni masih membabarkan Dharma di dunia, selama 49 tahun Beliau membabarkan Dharma, sehari 8 jam, tujuannya adalah memberitahukan pada kita bahwa ajaran teori itu sangat penting, seorang praktisi harus memahami teori sampai jelas.   

Andaikata anda ingin tekun melatih diri, maka setiap hari mendengar ceramah selama 8 jam, giat melafal Amituofo selama 8 jam, setiap hari 16 jam, setiap hari tidak terputus, begini baru bisa berhasil.

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]