Tanah Suci 04

Tanya Jawab Seputar Tanah Suci

👁 1 View
2017-09-19 09:29:22

Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa untuk terlahir ke Alam Sukhavati itu sangat sulit, apalagi hendak bertemu dengan Buddha, maka itu mereka lebih menyanjung para anggota Sangha, menumpukan harapan pada Master-master.

Saya merasa heran mengapa mereka malah bukan mengandalkan insan terhebat di alam semesta ini yakni Buddha Amitabha?

Master Chin Kung Menjawab :

Pemikiranmu benar adanya. Di dalam Empat Andalan Dharma (Catvari Pratisaranani), Buddha membabarkan pada kita : “Mengandalkan Dharma dan bukan pada orangnya”, siapa yang disebut dengan  orang? Yakni para anggota Sangha. Meskipun para Master-master memiliki pelatihan diri yang bagus, dan berhasil terlahir ke Alam Sukhavati, tetapi ini tidak ada hubungannya denganmu, apakah bisa kamu andalkan?

Maka itu yang harus diandalkan adalah Buddha Amitabha.  Buddha Amitabha ada di mana? Andaikata di rumahmu ada memuja rupang Buddha Amitabha dan anda mengandalkannya, maka ini sudah salah. Pepatah berkata : “Bodhisattva tanah menyeberangi sungai, sendiri saja tidak bisa melindungi diri sendiri”.

Jadi bila anda mengandalkan Bodhisattva tanah, bagaimana bisa ada jaminan? Haruslah mengandalkan Buddha Amitabha yang sesungguhnya, jadi di manakah Buddha Amitabha itu? Ada di “Sutra Usia Tanpa Batas”, “Amitabha Sutra”, “Amitayurdhyana Sutra”, barulah disebut Buddha Amitabha yang sesungguhnya. Dengan mengandalkan kebenaran yang tertera dalam sutra, memahaminya dengan jelas lalu melatih diri sesuai dengan ajaran, giat mengamalkannya sehingga berhasil, inilah yang disebut berlindung pada Buddha Amitabha.

Saya pernah mengatakan, jika anda dapat mengamalkan ajaran yang tertera dalam “Sutra Usia Tanpa Batas” sebanyak 100 persen, maka dapat terlahir ke Alam Sukhavati pada bunga teratai tingkatan atas bagian atas;  jika hanya dapat mengamalkan sebanyak 90 persen, sementara 10 persen tidak sanggup diamalkan, maka terlahir ke Alam Sukhavati pada bunga teratai tingkatan atas bagian menengah; jika anda hanya dapat mengamalkan 80 persen dan sisanya 20 persen tidak sanggup diamalkan, maka terlahir ke Alam Sukhavati pada bunga teratai tingkatan atas bagian bawah. Demikianlah urutannya sampai ke tingkatan bawah bagian bawah juga harus bisa mengamalkan sebanyak 20 persen. Dengan perkataan lain, jika hanya 20 persen saja tidak sanggup diamalkan, maka tidak ada jaminan bisa terlahir ke Alam Sukhavati. Saya memakai cara ini untuk menjelaskan tentang sembilan tingkatan bunga teratai di Alam Sukhavati.

Ajaran Buddha menitikberatkan pada pelaksanaan, jika hanya teori mana bisa, tidak bisa berhasil. Di dalam pelaksanaan barulah ada pemahaman dan pandangan benar, maka itu harus giat melatih diri.

Anggota Sangha hanya bisa memperkenalkan Ajaran Buddha pada kita, budi kebajikan mereka pada kita adalah karena telah memperkenalkan Ajaran Buddha pada kita, kita berterimakasih pada budi kebajikan mereka. Tetapi untuk urusan melatih diri adalah tergantung pada diri sendiri, tidak bisa mengandalkan Master-master.

Berlindung pada Sangha adalah berlindung pada jiwa sejati diri sendiri, tiga mustika adalah pencerahan, kebenaran dan kesucian, Buddha adalah pencerahan dan tidak salah arah, Dharma adalah kebenaran dan tidak sesat, Sangha adalah suci dan tak ternoda; bukanlah berlindung pada rupang Buddha, buku sutra dan anggota Sangha.

Semoga praktisi sekalian dapat mengamatinya dengan seksama, jangan sampai salah arah, jika tidak, kita berbaik hati ingin melatih diri, malah hasilnya bukan seperti yang diharapkan, sungguh disayangkan!

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]