Pengembalian Buddharupang

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-20 15:35:47

Dari: Jun, Jakarta

Namo Buddhaya, Bhante
Saya punya Buddharupang yang sudah pernah dibacakan paritta oleh salah satu bhikkhu.
Waktu itu saya ke daerah, jadi saya merasa perlu untuk memiliki Buddharupang sebagai
sarana membaca paritta. Sekarang saya sudah tinggal di Jakarta dan tidak
memerlukannya lagi karena di rumah sudah ada altar.
Bagaimana cara mengembalikan Buddharupang tersebut ?
Terima kasih atas jawaban Bhante.

Jawaban:
Buddharupang atau arca Sang Buddha walaupun telah dibacakan paritta oleh siapapun
juga sesungguhnya tetap arca. Sesuai dengan pengertian Dhamma, arca Sang Buddha
adalah lambang. Umat Buddha ketika menghormat dan melakukan ritual di depan arca
Sang Buddha, ia hendaknya bertekad mengubah perilaku sesuai dengan teladan yang
telah diberikan Sang Buddha ketika Beliau masih hidup.
Salah satu perilaku Beliau yang layak diteladani adalah upaya Beliau yang tidak pernah
kenal putus asa dalam membabarkan Ajaran. Beliau setiap hari berceramah sebanyak
enam kali. Kebiasaan ceramah ini terus dilakukan selama 45 tahun. Oleh karena itu, kitab
suci Tipitaka memuat 84.000 judul ceramah Beliau. Suatu kumpulan ceramah yang luar
biasa banyaknya hingga saat inipun sulit mencari bandingannya.
Semangat Beliau seperti itulahlah yang hendaknya ditiru oleh umat Buddha yang
memiliki arca Sang Buddha.
Oleh karena itu, ketika arca tersebut sudah tidak diperlukan lagi, boleh saja mencari
bhikkhu yang membacakan paritta pada waktu itu. Tanyakanlah kepada beliau apabila
beliau berkenan menerima kembali arca itu untuk dibagikan kepada mereka yang
memerlukannya. Jikalau beliau berkenan, maka bawalah arca tersebut ke tempat tinggal
beliau.
Namun, apabila beliau keberatan atau mungkin sulit dijumpai, boleh juga, arca itu
disimpan terlebih dahulu di rumah pada tempat yang layak. Suatu saat, apabila ada orang
yang memerlukannya, arca tersebut dapat diberikan kepadanya. Memberikan arca Sang
Buddha dan juga menjelaskan makna menghormat pada arca Sang Buddha seperti yang

telah diterangkan di atas adalah merupakan bagian dari pembabaran Dhamma juga. Inilah
salah satu sikap yang ditiru dari semangat Sang Buddha membabarkan Dhamma.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com