Pemujaan Sangha dan Bhikkhu

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-20 15:12:20

Dari: Denny, Jakarta

Bhante,
1. Agama Buddha memuja Sangha. Saya kurang mengerti konsep ini. Bhikkhu adalah
kumpulan Sangha. Apakah berarti bhikkhu juga memuja sesama bhikkhu?
2. Di kota saya pernah kedatangan bhikkhu. Pada saat itu puluhan umat ingin memberi
persembahan kepada bhikkhu tersebut dan dilakukan dengan cara bersujud 3x di depan
bhikkhu serta meletakkan persembahan di depannya. Apakah ini salah satu dari konsep
pemujaan Sangha yang terkesan oleh saya 'manusia bersujud kepada manusia'?
Terima kasih.
Jawaban:
1. Sangha adalah kumpulan atau organisasi yang beranggotakan para bhikkhu. Jadi,
bukan 'bhikkhu adalah kumpulan sangha'.
Dalam pengertian Buddhis terdapat dua macam sangha yaitu pertama, organisasi para
bhikkhu dan kedua, kelompok mereka yang telah mencapai kesucian. Anggota sangha
dalam pengertian kedua ini tidak harus bhikkhu.
Umat Buddha termasuk para bhikkhu menghormat kepada Sangha. Menjadikan Sangha
sebagai contoh atau teladan dalam berperilaku melalui badan, ucapan dan juga pikiran.
Sangha yang dijadikan contoh tersebut adalah kelompok mereka yang telah mencapai

kesucian. Jadi, makna penghormatan kepada Sangha bukan berarti 'bhikkhu memuja
sesama bhikkhu'.
2. Sujud atau berlutut sebanyak 3 kali adalah salah satu bentuk penghormatan dalam
kebudayaan India. Seperti telah diketahui bersama bahwa Agama Buddha berasal dari
India. Oleh karena itu, upacara dalam Agama Buddha sangat dipengaruhi oleh tradisi dan
kebudayaan India, termasuk bersujud atau berlutut terhadap mereka yang dihormati.
Sebenarnya, tradisi bersujud atau berlutut ini juga dilakukan di berbagai negara timur
lainnya, termasuk Indonesia. Perilaku sujud dijadikan lambang rendah hati dan latihan
untuk mengurangi keakuan. Walaupun demikian, dalam Agama Buddha, bersujud kepada
bhikkhu bukanlah keharusan, hanya merupakan tradisi. Artinya, apabila umat maupun
simpatisan Buddhis tidak berkenan melakukannya, ia boleh saja tidak bersujud. Hal ini
tidak menjadi masalah untuk umat Buddha lainnya.
Ada pengertian dalam masyarakat Buddhis bahwa ia yang mampu bersujud kepada para
bhikkhu sama saja telah mempunyai kesempatan berbuat baik karena mampu mengurangi
keakuan. Dengan tidak bersujud, maka ia akan kehilangan kesempatan berbuat baik.
Meskipun demikian, ia bukan melakukan keburukan atau kesalahan.
Adapun kesan 'manusia bersujud kepada manusia' memang biasa timbul dalam
masyarakat yang belum mengerti bahwa sujud adalah merupakan tradisi dan bukan
keharusan.
Semoga jawaban ini bermanfaat.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]