Pedoman Mempersiapkan Altar di Rumah

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-26 15:04:19

Dari: Wiske Laksadien, Surabaya

Namo Buddhaya Bhante,
Sudah lama saya ingin membuat tempat sembahyang di rumah untuk membaca paritta
setiap hari.
Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tempat tersebut ?
Saya cuma mau memasang patung Sang Buddha saja. Bagaimana cara mendapatkannya ?
Kemudian bagaimana bisa ditempatkan di tempat sembahyang ?
Terima kasih Bhante atas jawabannya.

Jawaban:
Niat untuk membuat altar tempat penghormatan Sang Buddha di rumah adalah niat baik.
Untuk itu, biasanya diperlukan satu Buddharupang atau arca Sang Buddha.

Buddharupang ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya membeli di toko yang
menyediakannya ataupun memesan dari pengerajin arca batu yang banyak terdapat di
berbagai kota, atau dari sumber-sumber lain.

Setelah mendapatkan Buddharupang, letakkanlah Buddharupang tersebut di tempat yang
agak tinggi. Tentu akan lebih baik apabila mempergunakan meja yang dibuat khusus
untuk altar. Penempatan Buddharupang boleh dilakukan sendiri.

Pada umumnya, di sisi dinding tempat Buddharupang berada, diusahakan tidak ada benda
lain yang lebih tinggi dari Buddharupang, termasuk jam dinding, lukisan, foto dsb.
Tujuan peletakan Buddharupang di tempat yang tertinggi dalam satu sisi dinding ini
adalah untuk menunjukkan sikap penghormatan dan penghargaan atas jasa serta
perjuangan Sang Buddha dalam membabarkan Ajaran yang indah pada awalnya, indah
pada pertengahannya dan indah pada akhirnya.

Setelah Buddharupang ditempatkan dengan baik, maka apabila memungkinkan, di atas
altar atau meja tersebut boleh diletakkan sepasang tempat lilin dan sebuah tempat dupa.
Namun, apabila kondisi rumah tidak memungkinkan untuk meletakkan perlengkapan
altar tersebut, maka boleh saja di atas meja altar tidak disediakan tempat lilin maupun
dupa.

Setelah meja altar siap, maka apabila memungkinkan, di depan altar perlu disediakan alas
untuk duduk bersila di lantai selama membaca paritta dan bermeditasi. Dengan demikian,
umat dapat duduk nyaman sewaktu membaca dan merenungkan Ajaran Sang Buddha
sehingga ia dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat permulaan menggunakan altar, kadang umat mengundang rekan-rekan seDhamma
untuk datang dan membaca paritta bersama. Namun, hal ini tentu saja harus
disesuaikan dengan kondisi rumah dan lingkungan tempat seseorang tinggal. Kalau tidak
memungkinkan, maka pembacaan paritta oleh rekan-rekan se-Dhamma ini tidak perlu
dilakukan. Ia boleh membaca paritta sendiri sesuai dengan tuntunan dari buku Paritta
Suci yang menjadi buku pedoman puja bakti di vihara binaan Sangha Theravada
Indonesia.

Semoga jawaban ini dapat memberikan manfaat untuk dijadikan pedoman
mempersiapkan altar di rumah.
Semoga selalu bahagia.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com