Sariputta | Panna dalam Kehidupan dan Paham Hedonisme Sariputta

Panna dalam Kehidupan dan Paham Hedonisme

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-20 15:39:21

Dari: Maya, Malang

Namo Buddhaya,
Saat ini saya sedang membuat skripsi.
1. Saya kesulitan untuk memberikan contoh mengenai panna dalam kehidupan sebagai
seorang mahasiswa. Dapatkah Bhante membantu?
2. Apakah sebagai umat Buddha kita boleh menganut paham hedonisme?
Terimakasih atas jawabannya.
Jawaban:
1. Dalam pengertian Buddhis, panna atau kebijaksanaan dibagi menjadi dua bagian yaitu
lokiya panna dan lokuttara panna.
Maksud istilah lokiya panna adalah kebijaksanaan teoritis. Dalam hal ini adalah orang
yang mahir secara teori yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk di perguruan
tinggi. Mahasiswa memiliki lokiya panna sebagai hasil dari kebiasaannya rajin belajar
sehingga ia lulus ujian dengan hasil yang memuaskan.
Adapun jenis kebijaksanaan yang kedua adalah lokuttara panna yaitu kebijaksanaan
luhur tiada banding. Dalam hal ini, kebijaksanan yang dimaksud adalah pencapaian
kesucian, bukan lagi dalam taraf belajar sebagai mahasiswa yang belum terbebas dari
ketamakan, kebencian serta kegelapan batin.

2. Pengertian 'hedonisme' berasal dari filsafat Yunani yaitu upaya menghindari
kesengsaraan serta menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan di dunia.
Akibat sikap hidup ini, seseorang akan mencari berbagai cara, kalau perlu melanggar
hukum untuk mendapatkan kebahagiaan indriawi.
Sebagai umat Buddha, kiranya perlu mengingat prinsip Ajaran Sang Buddha agar selalu
mampu menyadari dan menghindari dua hal berlebihan dalam kehidupannya. Kedua hal
itu adalah menyiksa diri ataupun memuaskan diri secara berlebihan. Oleh karena itu,
umat Buddha hendaknya tidak menganut filsafat hedonisme dalam hidupnya yang hanya
mengutamakan hasil bukan proses untuk mencapainya. Umat Buddha hendaknya
berkemauan keras dalam berjuang tanpa melanggar Pancasila Buddhis untuk mencapai
hasil maksimal dalam hidup ini.
Semoga jawaban ini bermanfaat.
Semoga selalu berbahagia.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com