Melatih Diri 07

Tanya Jawab Seputar Melatih Diri

👁 1 View
2017-09-21 16:42:13

Pertanyaan :

Bagaimana caranya agar tidak mengalami kemunduran batin? Adakah cara yang trampil?

Master Chin Kung Menjawab :

Cara yang trampil ada di dalam sutra, hari ini kita menuruti dua sutra yang paling penting, yakni Sutra Usia Tanpa Batas dan Amitabha Sutra. Mengapa bisa mengalami kemunduran batin? Ketrampilan melatih diri yang segelintir ini tidak mampu melampaui tabiat diri, kekotoran batin dan tabiat kita, serta rintangan karma lebih berat.

Inilah keadaan manusia pada umumnya, para Buddha dan Bodhisattva saat masih menjadi praktisi pemula juga tidak berbeda, juga serupa demikian. Tetapi anda harus memiliki keteguhan hati, kemauan keras, harus melihat segala jalinan jodoh di dunia ini dengan hambar, baik itu adalah manusia, masalah, benda, harus dipandang dengan hambar; jika setahun demi setahun makin hambar, maka kita akan mengalami kemajuan.

Meskipun anda setiap hari membaca sutra dan melafal Amituofo dengan sangat tekun, tetapi terhadap jalinan jodoh di dunia ini masih begitu membeda-bedakan, melekat, maka ini tidak memiliki ketrampilan sama sekali. Mendengar ceramah, melafal Amituofo hanya sia-sia belaka, hanya menjalin sedikit jodoh dengan Buddha Dharma, dalam kehidupan ini tidak memperoleh manfaat. Keadaan demikian, selama kita berputar di roda samsara juga serupa halnya. Jika pada kelahiran lampau ketrampilan melatih diri sudah berhasil, maka sejak awal anda sudah terlahir ke Alam Sukhavati, bagaimana mungkin datang kembali ke sini? Masa kehidupan lampau sudah melakukan kesalahan, maka kali ini jangan lagi melakukannya.  

Seorang praktisi sejati, takkan melakukan perhitungan dengan orang lain. Melihat orang lain berbuat baik, maka segera melakukan introspeksi diri, apakah saya juga memiliki kebajikan seperti dia? Jika ada maka pertahankan, takkan mundur; jika tidak ada maka segera meneladaninya. Sebaliknya melihat orang lain berbuat jahat, maka lihatlah apakah kekurangannya juga dimiliki diri sendiri? Jika ada maka segera memperbaikinya; jika tidak ada, maka harus mawas diri agar jangan sampai memiliki niat dan tindakan jahat seperti dirinya.

Maka itu orang baik atau jahat, kondisi suka atau duka, terhadap seorang praktisi hal itu tetap memberikan manfaat baginya; orang baik dan jahat adalah guru kita, kondisi menyenangkan atau tidak menyenangkan juga adalah tempat pelatihan diri (vihara). Insan yang paham tentang melatih diri akan menganggap semua orang adalah Buddha dan Bodhisattva, yang belum tentu mengajari saya dengan memerankan tokoh yang baik, namun terkadang juga berperan sebagai tokoh antagonis untuk mengajariku.

Jika anda bisa belajar maka setiap hari akan mengalami kemajuan. Insan yang benar-benar mau belajar takkan ada rintangan. Jika anda tidak bisa memutar kondisi, maka akan diputar kondisi, maka sulit untuk berhasil.

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]