Kemajuan dan Kemunduran Meditasi

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-22 03:22:07

Dari: Yanto Winata, Tangerang

Namo Buddhaya, Bhante
1. Apakah melakukan meditasi anapanasati dengan hanya membaca buku dan
dipraktekkan tanpa adanya guru pembimbing akan mendapat kemajuan ?
2. Bagaimana mengetahui apakah meditasi yang kita lakukan setiap hari mengalami
kemajuan atau kemunduran ?
Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Jawaban:
1. Adalah hal yang sangat bijaksana untuk umat Buddha selalu melaksanakan meditasi
dengan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan meditasi ini sangat membantu
umat Buddha dalam upaya menyadari segala tindakan, ucapan maupun pikiran yang
timbul dalam dirinya. Kesadaran yang dimiliki atas segala tindakan badan dan batin akan
menghindarkan umat Buddha dari perilaku yang menimbulkan kesulitan dan penderitaan
untuk diri sendiri maupun lingkungan tempat ia bertinggal.
Salah satu obyek meditasi yang dapat dipergunakan adalah anapanasati yaitu berusaha
selalu menyadari saat nafas masuk dan keluar dari lubang hidung. Biarkan nafas mengalir
secara alamiah tanpa diatur. Pada saat bermeditasi, pusatkan seluruh pikiran hanya pada
obyek meditasi. Pikiran selain obyek meditasi hendaknya dikenali dan dipusatkan
kembali pada obyek semula.
Latihan meditasi dengan bantuan buku dan tanpa bimbingan guru atau orang yang lebih
berpengalaman dalam meditasi dapat dilakukan pada tingkat awal. Latihan tanpa guru ini
juga dapat mencapai berbagai kemajuan batin tertentu. Namun, pada tingkat lanjutan,
sebaiknya hasil meditasi yang telah dicapai dikonsultasikan dengan orang yang dianggap
mengerti dan berpengalaman dalam meditasi. Konsultasi ini diharapkan menghasilkan
pengarahan untuk meningkatkan kualitas meditasi pada tahap selanjutnya.

2. Latihan meditasi adalah latihan ketrampilan mengendalikan pikiran. Dengan demikian,
semakin sering seseorang berlatih meditasi, semakin besar pula kemungkinan yang ia
capai dalam upaya mengendalikan pikiran.
Keberhasilan meditasi, pada tingkat awal biasanya ditandai dengan kemampuan
seseorang memegang obyek meditasi secara cepat yaitu pikiran segera terpusat pada
obyek meditasi. Selain itu, pikiran dapat terpusat untuk waktu yang relatif cukup lama.
Semakin mahir seseorang bermeditasi, semakin cepat dan lama pula obyek konsentrasi
dapat dicapai. Inilah kemajuan dalam meditasi.
Pada tingkat lanjutan, penguasaan obyek konsentrasi bukan lagi dilakukan dengan duduk
bermeditasi, melainkan menjadikan segala sesuatu yang dilakukan, diucapkan dan
dipikirkan sepanjang waktu sebagai obyek konsentrasi. Artinya, meditasi harus
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia harus selalu sadar setiap saat. Inilah tujuan
bermeditasi.
Semoga jawaban ini bermanfaat untuk meningkatkan semangat berlatih meditasi.
Semoga selalu berbahagia.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com