Kebiasaan mengucapkan "Sabbe satta bhavantu sukhitatta"

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-26 15:11:26

Dari: Stevenson, Medan

Namo Buddhaya,
Belakangan ini saya merasakan ada beberapa kejanggalan. Saya menjadi begitu kuatir
jika sikap dan tindakan saya baik sengaja maupun tidak, bisa membuat orang lain marah
ataupun kecewa. Baik itu adalah orang yang dekat maupun orang lain yang tidak begitu
dekat. Kalau kita membuat orang yang dekat marah, mungkin itu hal yang cukup wajar.
Tapi kalau terhadap orang yang tidak begitu akrab, apakah ini masih termasuk hal yang
wajar ?
Apakah hal ini karena saya terlalu banyak mengucapkan "Sabbe satta bhavantu
sukhitatta" ?
Terima kasih Bhante.

Jawaban:
Timbulnya rasa kuatir membuat fihak lain kecewa adalah merupakan tanda positif atau
tanda yang baik atas kemajuan batin yang telah dicapai hingga saat ini. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa adanya peningkatan sikap hati-hati dalam bertindak, berbicara dan
tentu saja, pada akhirnya nanti, hati-hati dalam berpikir. Ini adalah kemajuan dalam
pelaksanaan Dhamma.

Namun, kemajuan batin ini hendaknya tidak meninggalkan unsur penting lainnya dalam
Ajaran Sang Buddha yaitu kebijaksanaan. Artinya, seseorang perlu bersikap hati-hati.
Namun apabila ternyata tindakan yang ia lakukan tanpa sengaja telah menyinggung
perasaan orang lain, maka ia hendaknya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran
agar tidak terulang kembali di waktu mendatang.

Ia hendaknya menyadari dengan bijaksana bahwa ia tidak mungkin mampu mencegah
timbulnya perasaan senang atau tidak senang pada diri orang lain. Seseorang hanya
mampu menguasai perilakunya sendiri. Oleh karena itu, selama seseorang tidak
mempunyai niat buruk untuk melukai perasaan orang lain, ia sesungguhnya tidak
termasuk melakukan kamma buruk.

Adapun membiasakan diri mengucapkan kalimat cinta kasih SEMOGA SEMUA
MAHLUK BERBAHAGIA atau "Sabbe satta bhavantu sukhitatta" akan sangat
bermanfaat. Jadi, lanjutkanlah kebiasaan yang baik ini. Kebiasaan mengisi batin dengan
cinta kasih ini tidak akan menyebabkan timbulnya rasa takut atau kuatir untuk bertindak
walaupun terhadap orang yang belum terlalu akrab. Pikiran penuh cinta kasih ini justru
akan membantu munculnya sikap welas asih serta keinginan untuk menolong siapapun
yang sedang menderita tanpa membedakan mereka yang dikenal baik ataupun kurang
dikenal.

Semoga jawaban ini dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan.
Semoga selalu bahagia.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com