Dampak Latihan Meditasi Vipassana

Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo

👁 1 View
2017-09-20 14:16:07

Dari: Rosanita, Palembang

Namo Buddhaya, Bhante
Saya pernah mengikuti latihan meditasi vipassana selama 10 hari beberapa bulan yang
lalu. Efeknya sangat baik karena saya dapat merasakan ketenangan dan dapat lebih
mengontrol emosi saya. Tetapi dalam pekerjaan ada perubahan. Saya merasa lebih pasif
dan nrimo, tidak lagi bersemangat untuk adu argumentasi. Saya menjadi tidak lagi
ambisius dan lebih pendiam.
Apakah kondisi ini bisa berdampak negatif untuk hidup saya ? Kalau saya ikut vipassana
lagi, apakah dampaknya akan lebih besar lagi ?
Mohon penjelasannya. Terima kasih, Bhante.

Jawaban:
Anumodana atas niat baik untuk melaksanakan Ajaran Sang Buddha dengan berlatih
meditasi, khususnya Vipassana.
Tentunya sudah dimengerti bahwa latihan Vipassana bukan hanya dilakukan di tempat
tertentu, melainkan di semua tempat. Artinya, pelaku Vipassana hendaknya
mempergunakan kekuatan kesadaran yang telah ia latih dan miliki untuk menyadari
segala aktifitas sehari-hari. Ia hendaknya selalu sadar pada saat ia bertindak, berbicara
maupun berpikir. Diharapkan adanya kesadaran setiap saat ini akan menimbulkan
kesabaran, ketenangan serta kebijaksanaan dalam dirinya.
Dengan demikian, sudah wajar apabila seseorang setelah berlatih meditasi akan timbul
sikap nrimo atau mudah menerima kenyataan sebagai dasar timbulnya kesabaran.
Namun, sikap baik ini hendaknya juga dibarengi pula dengan perenungan tentang
berbagai tindakan yang telah, sedang dan akan dilakukan. Perenungan pada berbagai
bentuk tindakan ini akan menumbuhkan kebijaksanaan. Ia akan dapat menentukan sikap
yang tepat terhadap orang yang tepat di waktu yang tepat pula.
Misalnya, ketika ia memiliki pendapat yang ia ketahui benar, maka ia hendaknya mampu
mempertahankan dan beradu argumentasi terhadap orang yang tidak setuju dengan
pendapatnya. Jadi, sikap hidup yang ia miliki sebenarnya sama seperti ketika ia belum
berlatih meditasi. Perbedaan mental yang paling menonjol adalah timbulnya kesadaran
pada setiap saat hidupnya. Dengan demikian, ketika pada akhirnya ia kalah dalam adu
argumentasi, maka kekalahan ini akan dihadapi dengan batin yang tenang seimbang. Ia
justru menjadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk mencapai kemajuan di masa depan.
Ia tidak lagi dicengkeram oleh kekecewaan maupun kejengkelan yang merupakan
perwujudan dari keakuan atau ketidaktahuan bahwa hidup adalah proses yang selalu
berubah, timbul tenggelam.
Ia akan menjadikan segala pengalaman suka maupun di masa lampau sebagai pelajaran.
Pengalaman suka dipergunakan untuk meningkatkan kualitas diri. Sedangkan kedukaan
menjadi pelajaran untuk dihindari agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Oleh karena itu, mereka yang mengembangkan kesadaran setiap saat akan mampu
melihat sedemikian banyak kemungkinan untuk mencapai kemajuan dalam kehidupan.
Mereka tidak akan menjadi orang yang mudah menyerah pada kesulitan dan mundur dari
berbagai rintangan. Mereka akan menjadi orang yang selalu bersemangat dalam
mengembangkan kualitas diri yang diwujudkan pada perbuatan, ucapan maupun pikiran.
Jadi, dengan pemahaman ini hendaknya justru akan membangkitkan semangat untuk
terus dan terus berlatih meditasi kesadaran atau Vipassana Bhavana di kala ada
kesempatan. Semakin banyak berlatih, akan semakin besar pula kesempatan untuk
mencapai kebijaksanaan dan kebahagiaan dalam kehidupan ini.
Semoga jawaban ini bermanfaat.
Salam metta,
B. Uttamo

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com