Belajar Meneladani Ajaran Buddha 54

Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha

👁 1 View
2017-09-18 10:58:50

Pertanyaan :

Praktisi Ajaran Buddha melafal Amituofo bertekad lahir ke Alam Sukhavati, demi menjaga kesucian hati, maka semakin sedikit urusan makin baik. Namun dalam maitri karuna, tidak mungkin kita melihat orang-orang di sekitar kita yang menderita dan kita hanya berpangku tangan, bagaimana caranya mengatasi hal yang bertentangan ini?

Master Chin Kung Menjawab :

Hati suci dan hati maitri karuna tidak bertentangan sama sekali, namun khayalanmu, perbedaan, kemelekatan yang menciptakan pertentangan. Buddha mengajarkan pada kita daripada banyak urusan lebih baik sedikit, melatih kesucian hati, mengajari kita agar tidak menyimpan masalah di dalam hati, andaikata semua urusan di luar diri juga harus dilepaskan, maka buat apa Buddha Sakyamuni muncul ke dunia ini untuk membabarkan Dharma lebih dari 300 persamuan, selama 49 tahun, bukankah ini banyak kerjaan?

Di dalam Ajaran Mahayana, Buddha mengatakan sepanjang hidupNya Beliau tidak pernah membabarkan sepatah kalimat sutra sama sekali, tidak pernah mengucapkan keluar sepatah perkataan sama sekali, Hati Buddha suci, mengucapkan serupa tidak mengucapkan, tidak mengucapkan serupa mengucapkan, ini baru hebat, ini benar-benar telah melepaskan.

Maka itu para praktisi sekalian, ingatlah bahwa melepaskan itu adalah melepaskan khayalan, perbedaan dan kemelekatan, bukannya melepaskan tugas dan kewajiban. Andaikata tugas juga harus dilepaskan, maka buat apa Buddha dan Bodhisattva datang ke dunia ini? Andaikata hatimu tidak bisa melepaskan kemelekatan, maka hatimu tidak suci; hati yang suci pasti tidak mengandung hal-hal lainnya, yakni dalam segala hal bebas tanpa rintangan , dengan demikian hati barulah benar-benar suci.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com