Sariputta | Belajar Meneladani Ajaran Buddha 21 Sariputta

Belajar Meneladani Ajaran Buddha 21

Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha

👁 1 View
2017-09-18 11:04:30

Pertanyaan :

Mengenai Jiangtou (ilmu hitam), bagaimana Ajaran Buddha menjelaskan hal ini, bagaimana pula cara mengatasinya?

Master Chin Kung Menjawab :

Jiangtou adalah semacam ilmu hitam, dapat merintangi dan mencelakai orang. Dari sudut pandang Ajaran Buddha, para makhluk halus jahat di dunia ini sangat banyak, jika anda ingin mencelakai orang maka carilah mereka, kadang kala dia juga bisa membantumu. Kesimpulannya, makhluk jahat membantumu mencelakai orang lain, orang yang berhasil dicelakai juga lagi bernasib sial, mungkin juga yang sering melakukan kejahatan, maka itu makhluk halus bisa menindas dirinya. Andaikata orang ini jujur dan tulus, makhluk halus akan menghormatinya. Jika seorang praktisi Ajaran Buddha dan ksatria sejati, makhluk halus tidak dapat mendekatinya.

Di dalam sutra Buddha tercantum bahwa : “Insan yang telah menerima Trisarana, ada 36 Dewa Pelindung Dharma siang malam melindunginya”. Makhluk jahat bagaimana mungkin bisa mendekatinya! Masalahnya adalah Trisarana nya hanyalah Trisarana formalitas saja, anda hanya berpura-pura saja, bukan benaran, maka itu tidak memperoleh perlindungan dari Dewa Pelindung Dharma.

Jika benar-benar berniat menerima Trisarana maka harus melepaskan kerisauan dan tabiat diri sendiri, dalam memperlakukan manusia, makhluk hidup dan benda mati, melepaskan pemikiran sendiri, pandangan sendiri, menurut pada Ajaran Buddha yang tertera di dalam sutra, ini barulah disebut Trisarana, ini barulah bisa memperoleh perlindungan dari para Dewa Pelindung Dharma.

Terhadap pengamalan Lima Sila, di dalam ajaran sutra tertera : “Di dalam pelaksanaan sebutir sila ada lima Dewa Pelindung Sila “. Masalahnya adalah sila yang anda laksanakan itu benar-benar diamalkan atau tidak? Tidak membunuh, apakah anda telah mengamalkannya? Begitu nyamuk menggigitmu sebentar, anda langsung melayangkan tapak tangan membunuhnya, anda tidak ada mengamalkan sila tidak membunuh, maka itu tidak ada Dewa Pelindung Sila yang melindungimu.

Tidak mencuri, meskipun anda tidak melakukan tindakan mencuri, tetapi apakah anda memiliki pikiran mencuri? Semua niat yang ingin mencari keuntungan dari orang lain, adalah pikiran mencuri, bila anda masih memiliki niat ini, juga takkan ada Dewa Pelindung Sila melindungimu.

Semua ini harus diketahui, Buddha Dharma menitikberatkan pada pelaksanaan dengan serius, bukan formalitas yang penuh kepura-puraan. Praktisi yang benar-benar belajar Ajaran Buddha, ilmu hitam takkan berdampak pada dirinya, maka itu tak perlu mencari cara untuk mengatasinya.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com