Belajar Meneladani Ajaran Buddha 11

Tanya Jawab Seputar Belajar Meneladani Ajaran Buddha

👁 1 View
2017-09-18 11:06:10

Pertanyaan :

Apakah umat berkeluarga harus menikah dan memiliki keturunan, giat berusaha menjadi teladan bagi orang banyak? Atau tidak menikah dan banyak melafal Amituofo, apakah ini termasuk mementingkan diri sendiri, apakah melafal Amituofo bisa terlahir ke Alam Sukhavati?  Diri sendiri tidak memutuskan kekotoran batin (klesa), jika menikah dan memiliki anak tentunya akan timbul banyak kerisauan, maka itu saya takut gara-gara ini jatuh ke alam penderitaan. Tetapi jika tidak menikah nanti sanak keluarga dan kerabat teman akan salah paham pada diriku, dan tidak memiliki kesan yang bagus pada Ajaran Buddha. Mohon ceramahnya.

Master Chin Kung Menjawab :

Umat berkeluarga yang belajar Ajaran Buddha, mau menikah atau tidak, itu keputusan sendiri, kalau menikah harus menjadi teladan bagi yang pasangan lain, sebaliknya kalau tidak menikah juga harus menjadi teladan bagi mereka yang tidak menikah, dua hal ini juga bagus adanya.

Jika tidak menikah, anda tidak memiliki kerisauan di kemudian hari, dapat mengerahkan segenap kemampuan untuk meniti karir sebagai pelindung Dharma, menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dan orang banyak.

Mengenai masalah terlahir ke Alam Sukhavati, harus memiliki keyakinan penuh, darimana keyakinan itu dibentuk? Dari ajaran sutra. Tiga sutra dan satu sastra Ajaran Sukhavati adalah buku jaminan bagi kita untuk terlahir ke Alam Sukhavati, kita melatih diri sesuai dengan ajaran sutra, benar-benar telah mengamalkannya, menyelami kondisi batin seperti yang tercantum di dalam sutra, maka dapat terlahir ke Alam Sukhavati. Jika tidak dapat terlahir ke Alam Sukhavati, bukankah Buddha dan Bodhisattva telah berdusta? Maka itu, harus memiliki keyakinan penuh, harus serius dan giat belajar.

Master Shan Dao berkata : “Kita melakukan sesuai apa yang Buddha ajarkan pada kita seperti yang tercantum di dalam sutra, kita harus sanggup mengamalkannya dengan sempurna; apa yang Buddha larang kita perbuat seperti yang tercantum di dalam sutra, kita pasti tidak boleh melanggarnya”.  Jika anda dapat mengamalkan ucapan ini, maka memiliki kepastian untuk terlahir ke Alam Sukhavati, jadi harus memiliki keyakinan.

Apakah temanmu dapat memahami dirimu atau tidak, bagaimana pandangan mereka terhadap dirimu, ini tidak penting, yang paling penting adalah kita harus memiliki prestasi yang bisa dilihat orang lain, prestasi ini adalah tanda-tanda istimewa saat menjelang ajal.

Murid Master Di Xian yang bernama Gou Lou-jiang memperlihatkan keistimewaan saat ajalnya tiba, betapa gurunya sangat memujinya! Dia wafat dengan posisi berdiri, setelah wafat jasadnya masih berdiri selama tiga hari, menunggu Master Di Xian datang untuk mengurus perabuannya.

Master Di Xian memuji : “Di dunia ini kalyanamitra yang memiliki kemampuan berceramah dan menguasai ajaran dengan bagus, ketua vihara yang memiliki nama besar, juga tak sebanding dengan dirimu!”

Maka itu kita harus memiliki prestasi yang dapat diperlihatkan kepada orang lain, ini baru penting.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com