Apakah Buddhisme itu ilmiah?

Tanya Jawab Bhikkhu Shravasti Dhammika

👁 1 View
2019-05-18 11:19:13

Sebelum kita jawab petanyaan itu akan lebih baik kita mendefinisikan kata ‘ilmiah’ dahulu. Ilmiah adalah, menurut kamus, ‘pengetahuan yang dapat dibuat menjadi sebuah sistem, dimana berdasarkan pada melihat dan membuktikan fakta-fakta dan menyatakan hukum alam umum, cabang pengetahuan seperti itu, semuanya yang dapat dipelajari secara pasti’. Ada aspek-aspek dalam Buddhisme yang tidak dapat masuk dalam definisi tersebut tetapi ajaran Buddhisme utama, Empat Kebenaran Mulia, tentu saja masuk kedalam ilmiah. Penderitaan, Kebenaran Mulia Pertama, adalah sebuah pengalaman yang dapat di definisikan, dialami dan diukur. Kebenaran Mulia Ke-Dua menyatakan bahwa penderitaan memiliki sebuah penyebab alami, ketagihan, yang sama juga dapat di definisikan, dialami dan diukur. Belum ada yang mencoba untuk menjelaskan penderitaan dalam istilah-istilah konsep metafisik atau mitos. Menurut Kebenaran Mulia Ke-Tiga, penderitaan diakhiri, tidak bergantung pada sosok maha kuasa, dengan keyakinan/iman atau dengan doa-doa tetapi dengan menghilangkan penyebabnya. Ini tidak terbantahkan. Kebenaran Mulia Ke-Empat, Jalan untuk mengakhiri penderitaan, sekali lagi, tidak berhubungan dengan metafisik tetapi bergantung pada bertingkah laku dengan cara tertentu. Dan sekali lagi tingkah laku itu terbuka untuk di uji, Buddhisme membuang konsep mahluk maha kuasa, sama seperti ilmu pengetahuan, dan menjelaskan sumber dan cara bekerja alam semesta dengan istilah-istilah hukum-hukum alam. Semua ini tentu memiliki semangat ilmiah. Sekali lagi, Sang Buddha terus menerus menasehati bahwa kita tidak boleh meyakini buta tetapi dengan mempertanyakan, memeriksa, menginvestigasi dan berdasarkan pengalaman kita sendiri, tentu memiliki sifat ilmiah. Dalam Kalama Sutta yg terkenal itu Sang Buddha berkata;

“Jangan karena wahyu atau tradisi, jangan karena gosip atau kitab suci, jangan karena kata orang lain atau hanya logika semata, jangan karena prasangka memihak pada sebuah pendapat atau kemampuan berpura-pura seseorang dan jangan karena pendapat “Beliau adalah guru kami”. Tetapi ketika dirimu sendiri mengetahui sebuah hail itu baik, dan patut dipuji, yang dipuji oleh para bijaksana dan ketika dipraktekan dan diamati membawa pada kebahagiaan, maka ikutilah hal tersebut.” -A.I, 188

Lalu kita dapat katakan bahwa meskipun Buddhisme tidak sepenuhnya ilmiah, bisa dipastikan bahwa Buddhisme memiliki sifat ilmiah yang kuat dan sudah tentu lebih ilmiah dibandingkan agama lainnya. Ditekankan oleh Albert Einstein, ilmuwan terhebat pada abad 20 tentang Buddhisme:

“Yang akan menjadi agama masa depan adalah agama kosmik. agama yang melampaui Tuhan personal dan menghindari dogma dan teologi. Meliputi natural dan spiritual, dan berdasarkan perasaan religius yang muncul dari pengalaman akan segala hal, natural dan spiritual dan penyatuan yang berarti. Buddhisme menjawab penjelasan tersebut. Jika ada agama yang dapat menjawab kebutuhan ilmu pengetahuan moderen, agama tersebut adalah Buddhisme.”

Kritik dan saran,hubungi : [email protected]