Sariputta

Cerita 10 Parami

👁 1 View
2022-03-22 16:39:01

1.Nekkhamma parami ( kesempurnaan tertinggi dari pelepasan )

Pada zaman dahulu hidup seorang raja Kasiraja di Benares yang tidak mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan.
permaisurinya,Candadevi,terkenal akan kebajikannya. Permaisuri memohon kepada dewa sakka yang agung untuk diberikan seorang
anak laki-laki kemudian diberi nama Temiya-Kumaro.

Saat Temiya masih berusia 1 bulan,dia dibawa ke singgasana kerajaan oleh ayahnya dan duduk di pangkuan sang raja.
Pada saat itu ada 4 orang perampok yang dibawa kehadapan raja untuk di hukum. Temiya menyaksikan ayahnya menghukum
salah satu perampok dengan 1.000 cambukan sedangkan yg lainnya di penjara dan dirantai.
yang ke-3 di bunuh dengan ditombak dan yg ke-4 di tembak.

Bayi boddhisatva sangat takut akan keputusan ayahnya karena hal itu akan ayahnya terlahir di alam neraka.
Seorang dewi yang tinggal didalam payung diatasnya,menyarankan beliau untuk berpura-pura bodoh. sehingga rakyat
menolak untuk menobatkan beliau menjadi raja. Boddhisatta pun mulai menunjukkan tanda-tanda kebodohannya.
Sementara bayi yang lain menangis meminta susu.
Temiya tidak mengeluarkan suara.

Ibu dan para pengasuhnya pun mencoba menakutinya agar berbicara, mereka membiarkan ular membelitnya,membiarkan serangga
menyelubungi dan menggigitnya tetapi beliau tidak bergerak.

Pada umur 16 tahun,mereka mencoba menggoda nya dengan gadis cantik,tetapi tidak berhasil.
Akhirnya sang raja pun bertanya kepada brahmana apa yang harus dilakukan.
Mereka menyarankan untuk menguburkan anaknya di pemakaman..
Keesokan fajar berikutnya. sang raja memberikan perintah terakhirnya kepada Sunanda pengendara kereta kuda yang membawa
pergi Temiya dan menguburnya.

Sang boddhisattva pun mengetahui bahwa pada saat itu beliau diambang pintu menuju kebebasan, Dan ketika Sunanda sedang bekerja
menggali kuburan, Temiya melatih anggota badan dengan berjalan kembali dan seterusnya sampai beliau merasa telah
mempunyai cukup kekuatan.
Boddhisattva mencengkram bagian belakang dari kereta kuda dan mengangkatnya tinggi-tinggi hanya dengan satu tangan
seolah-olah itu adalah kereta kuda mainan.
Melihat kejadian itu Sunanda segera berlutut dan dengan tergagap ia berkata bahwa akan menjadi suatu kehormatan
baginya untuk mengawal pangeran kembali ke-kerajaan untuk mewarisi tahta kerajaan. Temiya menjabarkan kehidupan sebelumnya
dan generasi berikut nya di neraka dan kemudian memerintahkan Sunanda untuk kembali ke istana secepatnya untuk memberitahukan
bahwa beliau masih hidup dan tidak perlu berduka.
karena kehilangan anak satu-satu nya.

Setelah sang raja diberitahukan tentang hal tersebut. Sang raja dan permaisuri langsung pergi keluar kota. dengan harapan
dapat membujuk pangeran untuk pulang ke istana, tetapi mereka menemukan anak nya telah tinggal di gubuk dalam pakaian pertapa.

Temiya menyambut mereka dan menjelaskan kepada mereka alasan dari penyangkalan dirinya selama 16 tahun,
Setelah itu mereka tidak lagi memohon kepada beliau untuk memakai mahkota bahkan mereka pun turut terinspirasi untuk menjalankan
kehidupan suci.

Jataka ini menunjukkan kesempurnaan tertinggi dari pelepasan boddhisattva.

---------------------------------------------------------------------
2. Viriya Parami ( kesempurnaan tertinggi dari semangat )

Pada zaman dulu,ada seorang raja Aritthajanaka dari Mithila. Beliau menjadi curiga dan takut pada saudara laki-lakinya,
Polajanaka, Dia merantai Polajanaka. Polajanaka menyatakan dirinya tidak bersalah, dan ajaib nya rantainya terlepas
dan dia pun melarikan diri. kemudian dia kembali bersama pengikutnya untuk membalas dendam.

Raja Aritthajanaka meninggal dalam peperangan dan istri nya sedang mengandung melarikan diri dari mithila dengan pertolongan Sakka(raja
dari pada para dewa), yang membawanya dengan kereta ke Kalacampa untuk tinggal bersama seorang guru brahmana yang ternama.
Ratu melahirkan anak laki-laki yang diberi nama mengikuti kakeknya, Mahajanaka. Mahajanaka sering di ejek oleh teman mainnya dan di sebut "anak janda".

Suatu hari ia menemui ibunya,mengancam akan menggigit dada ibunya jika dia tidak diberitahu siapa ayahnya.
ibunya di paksa mengungkapkan rahasia kelahiran bahwa ia adalah anak dari raja sebelumnya di mithila.
Ketika umur 16 tahun,dia bertekad untuk merebut kembali kerajaan ayahnya dengan bekal beberapa perhiasan dari ibunya.

Dia naik kapal pedagang,setelah 7 hari terombang ambing di samudra,kapal yang muatannya melewati batas itu pun patah dan mulai tenggelam.
Sang boddhisatta tidaklah panik. Beliau dengan kekuatannya mampu melompat dari kapal dan terapung-apung selama 7 hari.

Selama waktu ini,Dewi manimekhala yang sedang menikmati kesenangan surgawi, mengabaikan tugasnya sebagai penjaga lautan.
Akhirnya dia melihat Mahajanaka dan menggendong mahajanaka di tangannya, kemudian menerbangkan dan membaringkannya di antara pepohonan mangga di mithila.
Bertepatan dengan saat itu raja Polajanaka jatuh sakit dan meninggal. Sang raja memberitahukan kepada mentri untuk menjadi seorang laki-laki yang pantas menjadi seorang raja bila dapat menjawab teka-teki tertentu, dan dapat merentangkan busur sang raja yang sangat kuat dan disukai oleh anak perempuannya putri Sivali. Ada banyak pemuda mencoba untuk meraih tahta itu,tetapi tidak berhasil. Akhirnya para mentri memutuskan untuk mengeluarkan kereta kerajaan untuk meneruskan penerus tahta Polajanaka.

Kereta tersebut membawa mereka dimana Mahajanaka tertidur. Mereka mengamati Boddhisatta MAHAJANAKA,mengenali tanda kerajaan kakinya dan membawa ke mithila untuk menobatkan beliau menjadi raja. Mahajanaka juga mampu memenuhi persyaratan untuk menjadi raja.

Suatu hari ketika Sang raja(mahajanaka) berpergian bersama para mentrinya, beliau mengamati 2 pohon mangga. salah satu pohon buahnya banyak, patah dahannya dikarenakan banyak orang berusaha untuk memetik buahnya.
Sementara pohon lainnya walau tidak ada buahnya,tetap berdiri dengan tegak dan hijau. Mahajanaka pun mengerti hidup sebagai seorang pertapa.Beliau meninggalkan ratu dan tahta nya.kemudian menemukan jalan hidup nya sebagai pertapa dan akhirnya memasuki surga brahma.

Jataka ini menujukkan kesempurnaan tertinggi dari semangat(kegigihan) sang boddhisatta.

-------------------------------------------------------------------------
3. Metta Parami ( kesempurnaan tertinggi dari cinta kasih )

Pada Zaman dulu, ada sepasang pertapa yang dipaksa untuk menikah oleh orang tuanya. sehingga mereka diam-diam memutuskan untuk hidup sebagai kakak-adik.
Sakka raja para dewa,mengetahui bahwa mereka akan tertimpa kemalangan yang dapat menyebabkan mereka buta karena pada kehidupan lampau,mereka menyebabkan kebutaan pada pasien mereka. Sakka mencoba meyakinkan mereka bahwa harus melahirkan seorang anak laki-laki.
pasangan pertapa tersebut menolak keras nasehat tersebut.

Akhirnya Sakka menasehati untuk meletakkan telapak tangannya di perut istri. Dengan cara inilah Boddhisatta lahir dan dinamai Suvannasam atau Sama.
Pada usia 16 tahun,sebagaimana diramalkan sebelumnya. kemalangan menimpa kedua orang tua nya.
ketika dalam perjalanan pulang setelah seharian mengumpulkan buah-buahan,seekor ular tiba-tiba menyemprotkan bisa mematikan pada mereka dan seketika membutakan mereka. Sejak saat itu SAMA menjadi harapan dan sadaran satu-satunya bagi mereka.
Sama mengikatkan tali dan tonggak bambu sebagai penujuk arah untuk mereka ikuti.

Dia mengumpulkan dan memberi makan mereka buah-buahan segar,setiap hari pergi ke kolam untuk mengisi air kendi untuk mereka, Ia memandikan mereka dan menghibur mereka.

Suatu malam,ketika SAMA sedang mengambilkan air untuk malam hari,seorang raja benares yang bernama Piliyakka berburu di hutan saat ia melihat SAMA dengan sekumpulan kijang. Raja pun menembakkan panah beracun kepada SAMA. SAMA jatuh secara perlahan ke tanah dan bertanya siapa yang menginginkan kematiannya
dan untuk apa?..Raja piliyakka terkejut mendengar suara SAMA yang tidak menujukkan amarah sedikit pun. Ketika mereka berbicara,Sang raja berpura-pura bahwa ia telah mengarahkan pada salah satu RUSA, Tetapi SAMA mendatangi rusa tersebut dan mengagetkannya..
SAMA menyatakan bahwa Raja telah berbohong...
akhirnya Piliyakka mengaku, Tetap saja SAMA sangat berduka karena orang tua nya yang buta, Siapa yang memberi mereka makan sekarang?

Sang raja merasa malu dan berjanji pada SAMA untuk merawat orang tua nya sama seperti orang tuanya sendiri.
Kemudian SAMA pun hilang kesadarannya.Piliyakka berpikir bahwa SAMA telah meninggal.
Pada saat yang sama.seorang dewi yang pernah menjadi ibu SAMA di kelahiran sebelum nya berkata kepada raja.
"Anda telah melakukan hal yang menyedihkan,pergi dan asuhlah kedua orang tua buta itu, Kalau tidak anda akan terlahir di alam neraka."

Menuruti kata-kata dewi itu,Piliyakka pun pergi ke pertapaan. disana dia mengakui kejahatannya pada orang tua SAMA.
Mereka berduka dan meminta raja menunjukkan jalan menuju jenazah sang anak. Setelah sampai di tempat anak mereka, kedua pertapa itu berlutut dan menangis.
Ketika ibunya diikuti dengan ayahnya,sang dewi pun berdoa, tubuh SAMA pun secara perlahan-lahan berbalik ke satu sisi.
Dan SAMA pun pulih seperti sedia kala.
Sang raja sangat heran akan keajaiban yang disaksikan nya. ia pun meninggalkan hutan dan kembali ke benares dengan kesan mendalam terhadap pelajaran yang didapatkan dari SAMA.

Jataka ini menujukkan kesempurnaan tertinggi dari cinta kasih sang boddhisatta.
 
4. Adhit Thana Parami ( kesempurnaan tertinggi dari ketetapan hati )

Pada zaman dahulu hidup seorang raja dari mithila,pada saat melihat rambut ubannya yang pertama. sang raja memutuskan inilah saat nya beliau harus turun tahta dan menjalani kehidupan pertapa. Dia menyerahkan kerajaan nya pada anaknya Nimikumar. Sebagai raja Nimi memerintah dengan kemurahan hati dan beliau mengarahkan orang-orang untuk berbuat baik agar setelah mereka meninggal dapat mencapai alam surga dari sakka.

Raja nimi ingin mendapatkan jawaban atas satu pertanyaan hebat
"Mana yang paling asik,kehidupan suci atau pemberian dana yang tulus?" Begitu kuat keinginannya untuk mengetahui kebenarannya, sehingga Dewa sakka(raja para dewa) datang untuk menjelaskan padanya " bahwa kehidupan suci sebagai seorang pertapa adalah jauh lebih besar hasilnya,
seorang pertapa menjalankan kehidupan suci akan pergi melampaui surga ku,masuk ke alam brahma dan bahkan nibbana.
begitu pula juga pemberian dana pada semua makhluk,tanpa memperhatikan kasta adalah benar dan pantas bagi seorang pria hebat seperti anda Raja Nimi".
Sakka pergi dan meninggalkan Nimi yang sedang memikirkan kata-katanya.

Di surganya,Sakka menyebarkan kebaikan dan kesalehan Raja Nimi kepada para dewa, Para dewa meminta Sakka untuk memerintahkan Matali membawa kereta ke bumi dan menjemput Raja nimi ke surga. Raja nimi menerima nya dengan senang. Matali menanyakan jalan mana yang ingin dilalui terlebih dahulu, jalan ke-Surga atau jalan Ke-neraka. Nimi memilih jalan ke Neraka dan sangat terkejut akan pemandangan di neraka dimana-mana ada bermacam-macam jenis hukuman dikenakan pada makhluk yang membuat kamma buruk di kehidupan sebelumnya. Matali kemudian memutar kereta nya ke-surga dan melewati bangunan-bangunan surga yang indah.
Matali menjelaskan kepada Nimi mereka yang tinggal di bangunan di surga adalah mereka yang memberikan dana secara tulus di kehidupan sebelumnya,

Saat beliau tiba di istana sakka,Sakka memohon pada nimi untuk duduk di singgasana dikelilingi oleh para dewata. Selama 7 hari nimi mempesona para makhluk di surga dengan ceramah nya. Pada hari terakhir dia menolak permintaan dewa sakka untuk tetap tinggal.
Matali mengendarai kereta kuda nya untuk mengantar Nimi ke Mithila.

Nimi memberitahukan rakyat nya tentang menyenangkan di surga dan pemandangan menakutkan di neraka.
"berbuat baik" beliau menasehati,
"berbuat baik dan tulus,maka suatu hari kalian akan terlahir di surga-surga itu. Beberapa orang yang saya lihat disana adalah
mereka yang berbuat baik di negara ini sehingga mereka terlahir menjadi dewa di surga Sakka.
tetapi waspadalah terhadap perbuatan jahat,apa yang telah saya lihat di neraka lebih menderita daripada apa yang saya jabarkan dengan kata-kata"

Bertahun-tahun kemudian,ketika pemangkas rambut kerajaan menunjukkan Nimi uban pertamanya,Nimi pun menyadari bahwa tiba saat nya untuk menyerahkan kerajaan pada anaknya. Sejak saat itu,beliau hidup sebagai seorang pertapa dan setelah meninggal, beliau melewati alam Surga Sakka dan masuk ke alam Brahma.

Jataka ini menunjukkan kesempurnaan tertinggi dari ketetapan hati

-------------------------------------------------------------------------------------
5.Sila Parami ( kesempurnaan tertinggi dari moralitas )

Pada suatu hari hiduplah di kerajaan Naga, Raja Dhatarattha dan ratu samuddaja dengan empat naga , Sudassana, Bhuridatta , Subhaga, Arittha.
Bhuridatta setelah mengunjungi surga Sakka, berhasrat untuk menjalankan sila dan meminta ijin orang tua nya untuk menjalankan kehidupan bermoral di bumi.
Suatu hari seorang tukang kayu bersama anak laki-laki nya menemukan bhuridatta disebuah sarang semut dimana Bhuridatta melilitkan tubuh nya yang sangat panjang mengelilingi sarang itu setiap malam dan naga pelayan datang mengawal nya kembali ke alam naga saat subuh.

Untuk mencegah tukang kayu membocorkan rahasia tempat meditasi nya,Bhuridatta mengundang tukang kayu bersama anaknya ke kerajaan naga dan tinggal dalam kemegahan di sana. Namun setelah setahun si tukang kayu menjadi gelisah dan ingin kembali ke dunia manusia. Bhuridatta menginginkannya untuk tinggal ,menawarkan kekayaan luar biasa dan perhiasan ajaib yang dapat mewujudkan semua keinginannya, tetapi tukang kayu menolaknya, dan berkata bahwa ia ingin menjadi seorang pertapa seperti Bhuridatta,maka dia dan anaknya kembali ke tempat tinggal nya semula.

Kemudian,tukang kayu bertemu dengan bharmana Alambayana dengan perhiasan ajaib sama di tangannya, Alambayana mengatakan tujuannya untuk mencari dan menangkap naga yang hebat, Ia dapat memberikan perhiasaan ajaib kepada siapapun yang dapat mengantarknya ke sarang Naga. Kemudian tukang kayu serakah menunjukkan Alambayana ke Sarang semut besar yang dilingkari Bhuridatta. Alambayana mendekati Bhuridatta dan membacakan mantra ajaib dan menangkapnya dalam keranjang, Bhuridatta tidak menunjukkan tanda marah walau dia sangat kesakitan. Alambayana mendapatkan keuntungan besar dari kesaktian Bhuridatta.

Sementara itu ibunda Bhuridatta merindukan nya dan mengirim saudara laki-laki untuk mencarinya, Sudassana. Mereka menemukan Bhuridatta bersama Alambayana di pertunjukan ular, didepan Raja Benares. Bhuridatta merayap ke arah Sudassana. Alambayana menyangka ular tersebut telah menggigit Sudassana, tetapi Sudassana menjawab dengan bangga , tiada bisa/racun dari makhluk apapun dapat melukai nya.

Jawaban pedas ini membuat Alambayana marah dan dia menantang Sudassana untuk menujukkan kekuatannya. Pertapa seterusnya memanggil adik Perempuannya yang menyamar jadi seekor katak yang mengandung bisa paling mematikan. Sang katak mengancam Alambayana dengan 3 tetes bisa yang paling beracun. Alambayana kemudian ketakutan dan melepaskan pangeran naga.
Kedua saudara laki-laki tersebut mengenalkan diri mereka kepada Raja sebagai keponakannya. Di akhir hidup nya Bhuridatta telah berhasil dalam menjaga silanya naik ke surga.

Jataka ini menujukkan kesempurnaan tertinggi dari moralitas sang bodhisatta.

6. Panna Parami ( kesempurnaan tertinggi dari kebijaksanaan )

Pada Zaman dulu di kerajaan mithila diperintah seorang raja bernama Vedeha, Pada suatu pagi,raja ini terbangun karena mimpi luar biasa. 4 penasehat raja kerajaan mengartikan mimpi itu bahwa akan segera muncul penasehat kerajaan ke-5. Bertepatan dengan itu,Seorang Bodhisatta di kandung di rahim Sumana,istri dari seorang pedagang kaya di mithila.
Pada saat kelahirannya,Mahosadha menggengam daun obat yang dapat menyembuhkan kebotakan ayahnya dan orang sakit lainnya.

Tujuh tahun kemudian sang raja teringat kembali mimpinya yang dulu dan menyuruh mencari penasehat ke-5. Masodhara mendemonstrasikan bakat dan kebijaksanaannya dalam banyak cara yang berbeda :
Mendesain Stupa yang indah,
Mengejar bayangan burung elang yang sedang terbang sambil menggigit daging di mulutnya dan meraung elang agar dagingnya jatuh,
membuat keputusan pintar dalam banyak kasus berbeda,
menentukan ibu asli dari seorang anak yang diculik oleh raksasa yang menyamar jadi ibunya,
membuktikan pemilik sapi yang sebenarnya dari seekor sapi dengan pertanyaan sederhana mengenai jenis makanan ternak yang di berikan,
dan juga menentukan suami sebenarnya dari seorang wanita dengan menanyakan nama orang tuanya.

Akhirnya sang raja memutuskan untuk menjemput Mahosadha, 4 penasehat lainnya sangat iri hati dan karena nya menunduh Mahosadha mencuri perhiasan raja.
Mahosadha gagal menjelaskan tuduhan raja,karena dia melarikan diri. Namun kemudian istri nya dapat membuktikan kebenaran dan memaksa 4 penasehat mengakui kesalahan mereka di depan
raja.
Para dewa yang tinggal di payung raja menanyakan sebuah pertanyaan kepada raja melalui mimpinya. Oleh sebab itu raja memanggil Mahosadha kembali. Pada saat itu pula Raja Culani bersama penasehat kejamnya bernama Kevatta,berencana untuk menaklukkan Mithila. Kevatta mengusulkan sebuah tipu muslihat kepada Mahosadha bahwa barang siapa membungkukkan badan pada yang lain kalah.

Mahosadha membawa sebuah permata ditangannya dan berpura-pura untuk memberikan kevatta.Lalu Mahosadha menjatuhkan berlian itu dekat kakinya, Kevatta dengan cepat menyergap permata tersebut.
Begitu Kevatta berlutut ditanah,Mahosadha memalangkan pedang pada bahu kevatta, Sehingga penasehat tamak itu tidak bisa berdiri. Raja Culani yang melihat ini segera melarikan diri,Kemudian
Kevatta menemukan rencana baru untuk mengalahkan Mahosadha dengan memberikan anak gadis raja Culani yang cantik kepada raja Vedeha.

Raja Vedeha pergi ke kerajaan Culani untuk menjemput sang putri dan Mahosadha berencana untuk mengecoh kevatta dan raja Culani dengan membangun sebuah istana megah di pinggir kerajaan Raja culani.
Istana ini memiliki terowongan bahwa tanah agar mahosadha dapat membawa raja Vedeha dengan sang putri kembali ke Mithila untuk melakukan pernikahan.
Raja Culani akhirnya mengalah pada kebijaksanaan Mahosadha dan meminta Mahosadha untuk melayaninya.

Jataka ini menunjukkan kesempurnaan tertinggi dari kebijaksanaan sang Bodhisatta.

----------------------------------------------------------------

7. Khanti Parami ( kesempurnaan tertinggi dari kesabaran hati )

Pada jaman dulu di kerajaan Pupphavati dekat benares, Seorang pangeran baik yang bernama Canda Kumara mengabdi kepada ayahnya ( raja Ekaraja ) sebagai seorang raja muda,beliau terkenal akan keadilannya dalam menyelesaikan perselisihan. Pada masa itu,seorang pemimpin brahmana yang bernama Khandahala merasa iri pada beliau. Ia merencanakan pembelasan dendam yang dia kira dapat menyingkirkan pangeran muda.
Suatu malam raja Ekaraja bermimpi tentang alam surga gemerlap yang didiami oleh makhluk surga. Ia meminta Khadahala untuk memberitahunya cara menuju alam gemerlap itu. Khandahala memanfaatkan kesempatan ini untuk
membalas dendam. Ia mengusulkan raja untuk mendanakan pengorbanan yang sangat besar yang terdiri dari 4 kelompok.
Anak-anak, Ratu , Pedagang dan Hewan Buas. Sang raja menuruti saran Khandahala yang mengerikan dan memberikan perintah langsung untuk menyiapkan raksasa diluar dinding kota.

Kesedihan yang mendalam pun menyelimuti kota dan satu per satu dari mereka yang dekat pada raja datang dan memberitahukannya bahwa brahmana berbicara bohong. Orang tua sang raja menyuruh berjanji untuk mengakhiri siksaan berdarah ini. Tetapi kekuatan brahmana sedemikan rupa sehingga raja tidak mengindahkannya. Para mentrinya, anak dan menantunya bahkan cucunya memohon bahwa perngorbanan mematikan jangan diteruskan.
Setiap kali rang raja tampak bimbang dengan keputusannya,Khandahala mendesak dan mengingatkannya bahwa ini satu-satunya cara kesurga.

Akhirnya semua telah siap.Kuda-kuda dan banteng-banteng tidak menyadari kematian akan datang. Candra kumara duduk tepisah dari teman-teman korban, tetapi semua sedang menunggu takdir yang sama, Ditengah-tengah rombongan yang berkabung bersama-sama adalah istri pangeran candra kumara. Menyadari bahwa sang raja tidak mengindahkannya dia memanggil para dewa.
dia kemudian mengucapkkan permohonan pada dewa tertinggi untuk mengakhiri pengorbanan ini sekarang juga sebelum tidak bersalah mati ditanah yang kotor ini. Tiba-tiba SAKKA raja para dewa muncul dikelilingi oleh cahaya,
dia kemudian mengancungkan sebuah godam dan pahat yang kemudian menghantam payung kerajaan. Ketika itu mereka jatuh terkena serangan itu, pengorbanan pun terhenti.

Khayal ramai mendatangi Bramana yang jahat dan memukulnya sampai mati. Mereka juga ingin membunuh sang raja, Jika SAKKA tidak mencegah mereka demi pangeran Candra Kumara. Bagaimanapun Sang raja akhirnya dikirim ke pengasinan dan hidup dalam pembuangan.
Para dewa dan dewi bergabung dengan orang-orang difestival besar merupakan penobatan pangeran candra kumara, sebagai raja.
dia melanjutkan pemerintahan dengan adil dan penuh dengan pengendalian diri dan pemerintahannya berlangsung lama dan damai.

Jataka ini menujukkan kesempurnaan tertinggi dari kesabaran hati sang bodhisatta
-----------------------------------------------------------------------------------

8. Upekkha Parami ( kesempurnaan tertinggi dari keseimbangan )

Pada jaman dulu di kerajaan mithila,hidup seorang raja bernama Angati bersama putri kesayangannya,ruja. Dimalam perayaan besar bulan purnama raja Angati berbicara kepada 3 penasehatnya dan meminta saran mereka agar dirinya dapat terhibur di malam perayaan. Raja Angati yang selalu senang mendengarkan pertapa,setuju atas saran penasehat untuk mengunjungi Guna ( seorang pertapa telanjang yang tinggal di hutan ). Raja Angati mengunjungi Guna dan memberitahu maksud kedatangannya untuk menghilangkan beberapa keraguan dalam pikiran nya. Ia kemudian melanjutkan dengan bertanya pada Guna dan aturan prilaku baik kepada orang tua,para guru,istri,brahmana dan sesepuh.

Guna menjelaskan dengan cara " Tidak ada yang salah atau benar cara untuk berprilaku.Apapun yang anda lakukan baik ataupun buruk tidak akan berakibat pada masa depan anda,
Kehidupan anda telah di atur sebelum kelahiran, NERAKA? SURGA? tidak masuk akal"
Penasehat dan para budak yan berpakaian compang-camping memberitahukan ajaran Guna dengan memberi contoh kehidupan mereka yang sekarang yang bukan merupakan hasil dari kehidupan sebelumnya. Percaya pada kata-kata Guna, Raja angati berhenti berbuat baik dan berdana, karena apapun yang dilakukan tidak akan menimbulkan akibat.

Setelah mendengar itu Ruja merasa ketakutan. Dia berusaha meyakinkan berbuat baik akan membawa nya ke surga. Kemudian Ruja menceritakan sendiri bagaimana dia sendiri,pada beberapa kelahiran lalu terlahir sebagai anak pembuat pedang
yang bersama dengan teman jahatnya, biasa menodai istri orang lain.sebagai hasil dari perbuatan tersebut Ruja terlahir sebagai kambing yang di kebiri, seekor monyet yang tidak mempunyai alat kelamin,seorang kasim dan makhluk yang dimutilasi lainnya.

Pada saat itu seorang Sadhisatta yang bernama Narada mendengar permohonan Ruja dan memutuskan untuk menolongnya, Ia membawa sebuah Galah emas dipundaknya dimana dua mangkuk emas tergantung dengan jalinan mutiara.
Dia berlari diangkasa dan berdiri di udara dihadapan raja. Narada memberitahukan Raja angati mengenai keberadaan surga dan neraka. " jika demikian" raja angati meminta tolong "pinjamkan saya uang tagihlah di surga"

Narada memperingatkan dengan cara " jika anda adalah seorang yang baik,saya akan senang hati meminjamkan anda emas,karena tidaklah susah untuk menagih hutan dari seseorang di surga
tetapi orang seperti anda melanggar SILA,mengikuti doktrin yang salah dan terikat dengan neraka, dan ketika anda mendengar apa yang saya beritahukan tentang neraka, Anda akan lihat bahwa tidak seorangpun berani menagih hutang dari pria yang berada di tempat demikian"

Akhirnya Angati merasa ketakutan dan meminta pertolongan Bodhisatta. bersama putrinya dia membungkuk hormat pada bodhisatta yang kemudian berbalik dan segera kembali ke alam Brahma.

Jataka ini menujukkan kesempurnaan tertinggi dari keseimbangan sang bodhisatta.
 
9. SACCA parami ( kesempurnaan tertinggi dari kejujuran )

Pada masa Raja Dhananjaya memerintah di Indapatta,seorang bodhisatta lahir ke bumi sebagai seorang guru yang bijak sana bernama Vidhura-pandita.
Dia terkenal di seluruh dunia dan dibanyak alam karena kebijaksanaan dan ajaran nya yang mengesankan. Seekor ratu naga,setelah mendengar suaminya bercerita tentang sang guru yang tak ada bandingannya itu, ingin mendengarkan ajarannya.
Ratu berpura-pura sakit dan meminta suaminya untuk membawakan hati Vidhura. Putri Irandati mengajukan diri untuk menolong ibunya. Dia pergi ke pegunungan Himalayan dan mempertunjukkan tarian dan nyanyian yg menggoda. Pada saat itu setan bernama Punnaka mendengar isyarat cinta Irandati. Dia langsung menunggang kuda ajaibnya menuju Irandati.

Bersama-sama mereka berkuda menuju istana dan meminta ijin ayah Irandati untuk menikah. Raja naga mengijinkannya dengan syarat harus membawakan daging hati Vidhura. Punnaka terbang ke langit dan menuju Indapatta,kerajaan Vidhura bermukim
Dengan harapan mendapatkan guru itu sebagai hadiahnya, Punnaka menantang raja Bhananjaya untuk bermain dadu dengannya. Ia menawarkan seekor kuda luar biasa bagus dan permata ajaib sebagai hadiah jika sang raja menang.
Terpesona oleh benda-benda ajaib yang di tawarkan Punnaka,raja pun menerima taruhan itu dan berkata jika dia kalah,kecuali tubuhku dan payung putihku, semua yang kumiliki akan menjadi milikmu.
permainan dadu di adakan di aula dan disaksikan raja-raja lainnya.

Pertama raja memenangkan permainan berkat pertolongan dewa pelindungnya. Tapi akhirnya Punnaka mengancam Dewa tersebut dengan sihirnya dan memenangi permainan. Gembira dengan Kemenangannya Punnaka meminta Vidhura sebagai hadiahnya.
Raja menyuruh Punnaka meminta hadiah lain sebab Vidhura adalah saudaranya. Tapi Vidhura malah menjawab dia adalah budak raja sehingga bisa diberikan.

Punnaka bersama Vidhura yang memegang ekor kuda ajaib terbang melintasi langit dan tiba dengan cepat dikota naga. Punnaka lalu berusaha menakuti-nakuti Vidhura supaya mati.
Dia menjelma menjadi beraneka bentuk seperti iblis,singa-singa,gajah-gajah,ular-ular raksasa. Dengan tenang Vidhura menanyakan alasan Punnaka mengapa ingin membunuhnya dan Punnaka pun memberitahukannya.

Vidhura segera menyadari bahwa semua yang terlibat sudah salah mengartikan permintaan ratu naga akan hatinya. yang dimaksud ratu bukanlah daging hati Vidhura melainkan kebijaksanaannya.

Demikian raksasa itu menyadari kekeliruannya..Kemudian Vidhura meminta Punnaka untuk mengajaknya ke kerajaan naga dan memberikan para pendengarnya hati dan kebijaksanaannya.
Raja dan ratu menyadari hati dari seorang guru(yang bijaksana) adalah kebijaksanaannya. Sehingga mereka tidak meminta Daging hati Vidhura lagi.
Semua pertanyaan telah terjawab. Raja menikahkan Punnaka dengan putrinya. Punnaka mengantarkan Vidhura menuju Indapatta rumah si Guru.

Jataka ini menunjukkan kesempurnaan tertinggi dari kejujuran sang bodhisatta.

------------------------------------------------------------------------

10. Dana Parami ( kesempurnaan tertinggi dari Kemurahan HATI)

Dahulu di Jetuttara di kerajaan Sivi, Hiduplah Phusati yang memperoleh 10 berkah dari dewa sakka(raja para dewa), Sebagai ibunda dari bodhisatta Vessantara.
Vessantara memberikan seekor gajah putih yang membawa kemakmuran bagi kerajaan Sivi kepada delapan orang brahmana dari kerajaan Kalinga.Hal ini membuat penduduk Sivi menjadi marah, Mereka meminta Ayah vessantara untuk membuangnya.
Dalam perjalanan, Vessantara memberikan kereta tempur dan kuda-kuda kepada para brahmana. Vessantara dengan istri nya Maddi,anak lelakinya Jali dan anak perempuannya Kanha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke gunung Vongglod,kemudian menjadi seorang pertapa.

Di Kalinga hiduplah Jujaka,seorang brahmana miskin mempunyai istri yang muda dan cantik,Amitta. Amitta meminta jujaka untuk menemui Vessantara dan meminta kedua anaknya untuk menjadi pelayannya. Dalam perjalanan Jujaka di serang oleh anjing penjaga dari seorang Pemburu yang
bernama Jetaputra, Jujaka memperlihatkan padanya sebuah kotak dan berkata bahwa kotak tersebut berisi surat raja Sanjaya. Dia melakukan hal yang sama pada seorang pertapa di hutan yang enggan menunjukkan tempat pertapaan Vessantara. Jujaka menunggu sampai Maddi pergi kehutan sebelum mendekati Vessantara dan meminta kedua anaknya.

Vessantara memanggil anak-anaknya yang bersembunyi di bawah daun teratai kolam dan memberikan mereka pada Jujaka. Bramana itu mengikat tangan anak-anak vessantara dengan tanaman hutan yang menjalar dan mencambuki mereka sepanjang perjalanan.
Tiga dewa menjelma menjadi seekor singa,seekor harimau dan macan tutul menghalangi perjalanan pulang Maddi kepertapaannya dan(baru) menujukkan jalan padanya setelah larut malam.
Vessantara sendiri tidak sanggup untuk memberitahukan kepada Maddi tentang apa yang terjadi pada anak-anak Vessantara. Maddi mencari anak-anaknya hingga dini hari dan jatuh pingsan. Saat maddi siuman Vessantara memberitahukan bahwa anak-anak kita telah didanakan.
Memahami maksud suami Maddi tidak protes. Sakka menyamar jadi seorang Bramana dan menghampiri Vessantara untuk meminta Maddi dan vessantara pun bersedia memberikannya kepada si brahmana. Setelah menyaksikan kemurahan hati yang tertinggi dari seorang makhluk AGUNG, Sakka mengembalikan Maddi kepada Vessantara.

Sementara itu Para dewa malah menujukkan jalan ke SIVI pada Jujaka bukan ke Kalinga. Disana Anak-anak Vessantara dikenali dan dibawa ke hadapan raja Sanjaya, Bersama Jujaka yang kemudian di bayar dengan sejumlah yang besar tebusan...dan akhirnya Jujaka meninggal akibat makan terlalu banyak.

Raja Sanjaya bersama Kanha dan Jali membuat upacara penyambutan yang megah untuk menyambut kepulangan Vessantara dan Maddi ke Sivi. begitu bahagianya mereka pada saat berkumpul kembali sehingga mereka menangis di tanah hingga pingsan. Lalu dari langit turun siraman air Surga yang membangunkan kembali keluarga kerajaan, Ke-enam anggota kerajaan bersama pasukannya kembali ke Jetutara dan Vessantara menjadi raja Jetutara.

Kisah ini menggambarkan kesempurnaan tertinggi dari kemurahan hati sang bodhisatta.
-----------------------------------------------------------------------------------------

10 parami ( 10 macam kesempurnaan )

1. Dana : kemurahan hati
2. Sila : kemoralan
3. Nekkhama : peninggalan kesenangan indra
4. Panna : kebijaksanaan
5. Viriya : usaha / semangat
6. Khanti : Kesabaran
7. Sacca : kebenaran
8. Adhitthana : keputusan yang teguh ( tekad yang kuat )
9. Metta : cinta kasih
10.Upekkha : keseimbangan batin.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com